Menhub Dudy Pantau Evakuasi KM. Mutiara Sentosa II, Operasi Berlanjut

oleh -28 Dilihat
Menhub Dudy Pantau Evakuasi KM. Mutiara Sentosa II, Operasi Berlanjut

KabarDermayu.com – Upaya penyelamatan para penumpang dan awak kapal KM. Mutiara Sentosa II yang mengalami musibah kebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus dipantau secara intensif oleh pemerintah pusat. Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, turun langsung ke lapangan guna memastikan seluruh prosedur evakuasi berjalan sesuai rencana dan memprioritaskan keselamatan jiwa.

Insiden yang terjadi pada Minggu pagi, 2 Agustus 2026, ini memicu respons cepat dari berbagai instansi terkait. Menhub Dudy melakukan peninjauan di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, untuk memantau langsung jalannya operasi pencarian dan pertolongan yang dipimpin oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Kami memastikan proses evakuasi dilakukan secara optimal dan berjalan lancar sehingga seluruh penumpang dan awak kapal dapat ditemukan serta mendapat penanganan lebih lanjut dari petugas,” tegas Menhub Dudy dalam keterangannya, Minggu, 2 Agustus 2026.

Selain melakukan pemantauan dari Sumenep, Menhub juga dijadwalkan bertolak ke Surabaya untuk memantau perkembangan melalui Posko Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak. Posko tersebut didirikan di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) untuk memusatkan koordinasi antarlembaga, termasuk TNI, Polri, KSOP, serta pemerintah daerah setempat.

Sinergi Lintas Sektor dan Daerah

Keberhasilan operasi penyelamatan ini sangat bergantung pada soliditas koordinasi. Menhub Dudy memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, serta jajaran Forkopimda di wilayah Madura lainnya seperti Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Para kepala daerah ini dinilai sigap dalam menyiagakan fasilitas kesehatan dan personel untuk membantu korban yang kemungkinan terbawa arus.

Dudy menekankan bahwa seluruh sumber daya telah dikerahkan, mulai dari kapal patroli KPLP KN Grantin P.211, KN Masalembo, hingga kerja sama dengan kapal-kapal niaga yang berada di sekitar lokasi kejadian, seperti TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura.

Langkah Lanjutan dan Investigasi

Terkait kondisi para korban, Posko Terpadu di Terminal GSN Tanjung Perak akan menjadi pusat layanan utama. Di sana, para korban yang berhasil dievakuasi akan mendapatkan penanganan medis awal, pendataan ulang, serta akses informasi bagi pihak keluarga. Menhub memastikan bahwa setelah proses evakuasi tuntas, pihak kementerian akan segera melakukan investigasi mendalam.

“Posko Terpadu di Terminal GSN Tanjung Perak telah siap beroperasi sebagai pusat layanan bagi penumpang dan keluarga korban yang terdampak. Kami juga akan terus menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala setelah seluruh data selesai diverifikasi,” ujar Menhub.

Kronologi Singkat

  • Waktu Kejadian: Minggu pagi, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 06.00–07.00 WIB.
  • Lokasi: Perairan Utara Sumenep, Laut Jawa.
  • Aksi Cepat: Informasi diterima pukul 08.30 WIB, diikuti pengerahan kapal patroli dan koordinasi lintas kapal di sekitar lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, fokus utama tim gabungan tetap pada pencarian dan penyelamatan seluruh individu yang berada di atas kapal. Pemerintah memastikan bahwa penanganan korban, baik dari sisi medis maupun logistik, menjadi prioritas utama sebelum melangkah ke tahap investigasi penyebab kebakaran lebih lanjut.