KabarDermayu.com – Menjelang penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026, federasi sepak bola dunia, FIFA, kembali mengumumkan kebijakan signifikan yang akan memberikan dampak luas bagi seluruh negara peserta.
Edisi Piala Dunia kali ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah turnamen, dengan peningkatan jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim. Perubahan ini tidak hanya memperluas skala kompetisi, tetapi juga meningkatkan kompleksitas pelaksanaannya.
Seiring dengan persiapan yang terus berjalan, beberapa negara peserta mulai menyuarakan keprihatinan terkait aspek finansial. Isu utama yang diangkat meliputi biaya perjalanan, logistik, serta potensi beban pajak yang harus ditanggung.
Salah satu kekhawatiran terbesar adalah terkait sistem perpajakan di negara tuan rumah. Saat ini, baru 18 dari 48 negara yang berpartisipasi memiliki perjanjian penghindaran pajak berganda dengan Amerika Serikat.
Hal ini berpotensi menimbulkan beban pajak yang cukup besar bagi delegasi dari negara-negara yang tidak memiliki perjanjian tersebut selama turnamen berlangsung.
Sebelumnya, FIFA telah mengumumkan alokasi hadiah turnamen yang mencapai 727 juta dolar AS. Setiap tim dipastikan akan menerima minimal 10,5 juta dolar AS, sementara sang juara akan membawa pulang hadiah sebesar 50 juta dolar AS.
Namun, angka tersebut tampaknya masih belum final. Setelah melalui diskusi mendalam dengan berbagai asosiasi sepak bola di seluruh dunia, FIFA kini berencana untuk meningkatkan nilai hadiah turnamen.
Baca juga di sini: Pemain Persib yang Masuk Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
Selain itu, FIFA juga akan menaikkan biaya partisipasi untuk semua tim yang berhasil lolos ke putaran final. Tidak hanya itu, dana pengembangan sepak bola juga akan disalurkan kepada seluruh 211 federasi anggota FIFA.
Keputusan penting ini dijadwalkan akan dibahas lebih lanjut dalam rapat Dewan FIFA yang akan diselenggarakan di Vancouver, Kanada. Rapat tersebut rencananya akan digelar pada tanggal 28 April 2026.
Melalui pernyataan resminya, FIFA mengonfirmasi bahwa mereka sedang dalam tahap pembahasan intensif dengan asosiasi-asosiasi sepak bola di seluruh dunia untuk meningkatkan ketersediaan pendapatan.
“Ini mencakup usulan peningkatan kontribusi finansial bagi semua tim yang lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 serta pendanaan pengembangan bagi seluruh 211 asosiasi anggota,” demikian bunyi pernyataan resmi FIFA.
FIFA juga menekankan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi tonggak sejarah dalam hal kontribusi finansial bagi komunitas sepak bola global.
“Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi terobosan dalam hal kontribusi finansial bagi komunitas sepak bola global, dan FIFA bangga berada dalam posisi keuangan terkuat sepanjang sejarah untuk memberikan manfaat bagi perkembangan sepak bola dunia melalui program FIFA Forward. Tergantung hasil pembahasan, rincian lebih lanjut akan disampaikan kemudian,” tambah pernyataan tersebut.
Dengan proyeksi pendapatan yang diperkirakan akan menembus angka lebih dari 11 miliar dolar AS, Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan trofi bergengsi, tetapi juga menunjukkan kekuatan ekonomi sepak bola dunia yang terus menunjukkan pertumbuhan pesat.





