Proyek Kawasan DPR Paket I di IKN: Komisaris Brantas Abipraya Pastikan Selesai Sesuai Target

oleh -5 Dilihat
Proyek Kawasan DPR Paket I di IKN: Komisaris Brantas Abipraya Pastikan Selesai Sesuai Target

KabarDermayu.com – Komitmen PT Brantas Abipraya (Persero) dalam mendukung percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali ditegaskan melalui progres signifikan pada Proyek pembangunan kawasan legislatif. Perusahaan memastikan bahwa pengerjaan Gedung dan Kawasan DPR Paket I tetap berada di jalur yang tepat untuk rampung sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Kepastian ini disampaikan langsung menyusul kunjungan kerja yang dilakukan oleh Komisaris Independen PT Brantas Abipraya (Persero), Isra D Pramulya. Agenda peninjauan ini tidak hanya bertujuan untuk memantau capaian fisik di lapangan, tetapi juga sebagai bentuk pengawasan melekat terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik, standar kualitas konstruksi, serta kedisiplinan dalam menerapkan budaya keselamatan kerja atau K3.

Dalam tinjauan tersebut, Isra melakukan inspeksi menyeluruh terhadap berbagai aspek krusial proyek. Fokus pengawasan meliputi efektivitas pekerjaan struktur, pengendalian mutu material, hingga strategi percepatan yang diterapkan oleh tim di lapangan guna memastikan target penyelesaian proyek tetap terjaga di tengah tantangan geografis dan teknis pembangunan IKN.

Pentingnya Kualitas dalam Pembangunan Infrastruktur Legislatif

Pembangunan kawasan legislatif di IKN merupakan Proyek Strategis Nasional yang memegang peranan krusial bagi keberlangsungan pemerintahan Indonesia di masa depan. Isra menekankan bahwa setiap tahapan pengerjaan harus mengutamakan integritas kualitas dan keselamatan kerja sebagai fondasi utama.

“Pembangunan kawasan legislatif di Ibu Kota Nusantara merupakan proyek strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan di masa depan. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan tata kelola yang baik,” ujar Isra pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Proyek ini sendiri dikerjakan melalui skema kerja sama operasional (KSO) antara Waskita dan Brantas Abipraya. Infrastruktur yang dibangun mencakup beberapa fasilitas vital, yaitu:

  • Pembangunan tiga gedung utama: Gedung A, Gedung B1, dan Gedung C1.
  • Penataan kawasan pendukung yang mencakup akses jalan kawasan.
  • Pembangunan sistem utilitas dan drainase modern.
  • Pengembangan lanskap kawasan dan infrastruktur penunjang lainnya.

Proyek ini memiliki durasi pengerjaan selama 750 hari kalender, yang dimulai sejak 4 Desember 2025 dan diproyeksikan akan tuntas sepenuhnya pada Desember 2027 mendatang.

Progres Terkini dan Strategi Kedepan

Berdasarkan laporan progres hingga minggu ke-33, proyek ini menunjukkan tren perkembangan yang sangat positif. Pekerjaan pondasi yang meliputi galian, timbunan, bored pile, hingga soldier pile telah mencapai tahap kemajuan yang signifikan. Saat ini, fokus pekerjaan telah bergeser ke arah struktur bangunan, termasuk pengerjaan pile cap dan pelat lantai.

Untuk menjaga ritme pembangunan, Isra juga menginstruksikan adanya koordinasi yang intensif di antara seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai tantangan di lapangan, seperti penyesuaian desain arsitektur, penambahan kebutuhan pekerjaan, hingga optimalisasi metode konstruksi agar efisiensi waktu dan biaya tetap terjaga.

Melalui pengawasan ketat ini, Dewan Komisaris PT Brantas Abipraya memastikan bahwa seluruh proses konstruksi tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga konsisten terhadap prinsip Good Corporate Governance (GCG). Langkah ini merupakan wujud dedikasi perusahaan dalam membangun infrastruktur modern yang berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi kokoh bagi pusat pemerintahan Indonesia di masa depan.