Pesan Terakhir Aiptu Asep Suhara Sebelum Jadi Korban Tabrak Lari Bikin Haru

oleh -5 Dilihat
Pesan Terakhir Aiptu Asep Suhara Sebelum Jadi Korban Tabrak Lari Bikin Haru

KabarDermayu.com – Dunia kepolisian Indonesia tengah diselimuti duka mendalam setelah kehilangan salah satu personel terbaiknya, Aiptu Asep Suhara. Anggota unit Sabhara Polrestabes Bandung ini harus meregang nyawa setelah menjadi korban tabrak lari saat sedang menjalankan tugas negara di Jalan Merdeka, Bandung, pada Minggu dini hari, 9 Agustus 2026.

Kepergian mendiang Aiptu Asep yang tergolong mendadak ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga besar Polrestabes Bandung. Insiden tragis tersebut tidak hanya menjadi perhatian publik karena proses hukum yang sedang berjalan, tetapi juga karena sebuah pesan menyentuh hati yang ditinggalkan almarhum sesaat sebelum peristiwa nahas itu terjadi.

Pesan Terakhir yang Menggugah Emosi

Di balik seragam dinas yang gagah, Aiptu Asep ternyata menyimpan kasih sayang yang begitu besar bagi buah hatinya. Jejak digital berupa WhatsApp Status yang sempat ia unggah kembali mencuat ke permukaan dan menjadi sorotan luas setelah dibagikan ulang oleh Kombes Pol Manang Soebeti melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, Aiptu Asep mengungkapkan isi hati yang sangat manusiawi. Ia tidak memohon kemewahan atau umur panjang yang abadi, melainkan hanya menginginkan kesempatan untuk menyaksikan tumbuh kembang anaknya hingga dewasa.

“Aku gak minta hidup selamanya. Aku cuma ingin diberi kesempatan melihat anakku tumbuh besar dengan baik. Melihat senyumnya setiap hari, mendengar cerita-ceritanya dan menemaninya melewati setiap fase hidupnya,” tulis Aiptu Asep dalam pesan terakhirnya.

Doa Seorang Ayah untuk Sang Buah Hati

Lebih lanjut, pesan tersebut juga mencerminkan betapa besar tanggung jawab Aiptu Asep sebagai seorang ayah. Ia memohon perlindungan dari Sang Pencipta agar dirinya tetap diberikan kekuatan untuk mendampingi anaknya hingga sang buah hati benar-benar mandiri dan mampu menapaki kehidupan dengan kakinya sendiri.

Harapan yang ia tuliskan seolah menjadi sebuah firasat yang memilukan. Ia mengaku siap untuk berpulang kapan saja, asalkan tugasnya sebagai orang tua untuk membimbing anaknya sudah dianggap tuntas dan sang anak telah memiliki pondasi yang kuat untuk menjalani masa depan.

Penghormatan Terakhir bagi Anggota yang Gugur

Kabar mengenai kepergian mendiang dikonfirmasi langsung melalui akun Instagram resmi Polrestabes Bandung. Pihak kepolisian menyatakan bahwa Aiptu Asep Suhara meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang terjadi saat ia tengah melaksanakan tugas rutin patroli di pusat kota Bandung.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, jenazah Aiptu Asep telah dimakamkan melalui upacara kedinasan kepolisian pada hari yang sama, Minggu, 9 Agustus 2026. Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran petinggi kepolisian, termasuk Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Dedi Supriyadi, S.I.K.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Dedi Supriyadi menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Pihak Polrestabes Bandung juga menegaskan komitmen mereka untuk terus mengusut tuntas kasus tabrak lari ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian institusi terhadap anggota yang gugur saat mengabdi di lapangan.

Kepergian Aiptu Asep Suhara meninggalkan warisan berupa kasih sayang seorang ayah yang tak terbatas. Publik pun mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan yang berat ini.