Pencarian 5 Wartawan di Anak Krakatau Masuki Hari Keempat, Temuan Baru Pelampung Jadi Petunjuk Vital

oleh -11 Dilihat
Pencarian 5 Wartawan di Anak Krakatau Masuki Hari Keempat, Temuan Baru Pelampung Jadi Petunjuk Vital

KabarDermayu.com – Upaya Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki babak baru pada hari keempat operasi, Sabtu, 12 September 2026. Tim SAR gabungan kembali menemukan sebuah pelampung atau life jacket berwarna oranye di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Penemuan ini menambah daftar barang bukti yang ditemukan selama proses penyisiran di wilayah perairan yang menantang tersebut. Meski demikian, hingga saat ini, belum ada kepastian apakah pelampung yang ditemukan tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan speedboat yang ditumpangi oleh rombongan jurnalis yang hilang.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa temuan tersebut didapatkan oleh Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer. Kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pelindo Ciwandan pada pukul 09.00 WIB untuk melakukan penyisiran intensif.

“Pada pukul 14.45 WIB, KAL Anyer menemukan kembali satu buah life jacket berwarna oranye. Kapal telah sandar kembali di Dermaga Ciwandan dan barang temuan tersebut sudah diserahterimakan kepada tim Basarnas di Posko Anjungan untuk proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Al Amrad.

Di tempat terpisah, Danlanal Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, memberikan keterangan teknis mengenai lokasi penemuan. Ia menyebutkan bahwa pelampung tersebut ditemukan di sebelah timur Gunung Anak Krakatau dengan jarak sekitar 16,2 mil laut (NM).

Wawan menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyimpulkan temuan ini. Pihaknya belum berani mengaitkan pelampung tersebut dengan kapal Arupadhatu 1 yang membawa rombongan jurnalis. Barang bukti tersebut kini telah diserahkan kepada tim gabungan, termasuk Polairud dan Polri, untuk diperiksa secara forensik guna memastikan pemilik aslinya.

Sebagai informasi, peristiwa ini bermula ketika speedboat yang ditumpangi delapan orang berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Tujuan keberangkatan mereka adalah untuk meliput aktivitas vulkanik terkini di Gunung Anak Krakatau.

Adapun kelima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews.id), Firdaus Wajidi (Kantor Berita Anadolu), dan Donal Husni (pewarta foto lepas). Selain kelima jurnalis tersebut, terdapat nakhoda, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu yang turut hilang dalam insiden ini.

Sebelumnya, pada hari ketiga pencarian, tim SAR juga menemukan sejumlah peralatan keselamatan berupa pelampung oranye dan putih. Namun, Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, telah memberikan pernyataan resmi bahwa barang-barang tersebut dipastikan bukan milik kapal Arupadhatu 1.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelampung yang ditemukan pada hari ketiga bukan merupakan milik Kapal Arupadhatu 1. Alat-alat keselamatan tersebut tidak sesuai dengan inventaris yang dimiliki kapal yang membawa para jurnalis,” tegas Irjen Hengki pada Jumat, 11 September 2026.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya dan sarana pencarian di perairan Selat Sunda. Sinergi antarinstansi terus diperkuat guna menemukan titik terang keberadaan delapan orang yang menjadi korban dalam peristiwa ini. Publik diharapkan tetap menunggu informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan pencarian selanjutnya.