KabarDermayu.com – Operasi pencarian korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 memasuki babak baru yang krusial pada hari ke-11. Tim penyelam gabungan yang terdiri dari personel Basarnas Special Group (BSG) dan TNI Angkatan Laut berhasil melakukan evakuasi terhadap sembilan Jasad Korban yang terjebak di dalam bangkai kapal di perairan Laut Jawa, Rabu (23/9/2026).
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa keberhasilan ini dicapai di tengah tantangan medan bawah laut yang cukup ekstrem. Kondisi arus yang kuat serta jarak pandang atau visibilitas yang terbatas di kedalaman perairan tidak menyurutkan semangat tim untuk melakukan penyisiran secara mendalam di bagian dalam badan kapal.
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap sepanjang hari. Tim penyelam pertama kali menemukan satu jasad pada pukul 11.20 WITA. Tak lama berselang, upaya pencarian kembali membuahkan hasil dengan ditemukannya delapan jasad lainnya, sehingga total sembilan korban berhasil diangkat ke permukaan hingga sore hari.
“Perjuangan tim gabungan tidak berhenti. Sembilan korban berhasil ditemukan berkat keberanian para penyelam BSG dan TNI AL yang terus menyisir bagian dalam kapal. Kami akan terus berupaya memberikan kepastian kepada keluarga yang masih menunggu,” ungkap Mohammad Syafii dalam keterangan resminya di Banjarmasin.
Setelah diangkat dari lokasi kejadian, seluruh jasad langsung dibawa menuju KN SAR Pacitan. Selanjutnya, korban diterbangkan menggunakan helikopter Basarnas HR 3601 menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru. Dari sana, jenazah segera dipindahkan ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim medis dan pihak berwenang.
Berdasarkan data operasional hingga Rabu pukul 17.00 WITA, statistik pencarian KM Virgo Transport 8 mencatat perkembangan sebagai berikut:
- Total manifes penumpang: 243 orang.
- Korban selamat: 108 orang.
- Korban meninggal dunia yang telah ditemukan: 27 orang.
- Korban dalam proses pencarian: 108 orang.
Selain data di atas, pihak Basarnas juga tengah melakukan verifikasi terhadap satu jasad yang sebelumnya ditemukan oleh nelayan di perairan Kalimantan Tengah pada Selasa, 22 September 2026. Identifikasi di RS Bhayangkara saat ini sedang dilakukan untuk memastikan apakah temuan tersebut merupakan bagian dari korban KM Virgo Transport 8 atau insiden terpisah.
Operasi SAR ini mencerminkan kompleksitas tinggi dalam menangani kecelakaan kapal di perairan terbuka. Dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI AL, Basarnas berkomitmen untuk terus menyisir area perairan guna memberikan kepastian kepada pihak keluarga yang menanti kabar dari para korban.
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 sendiri menjadi perhatian publik yang luas. Mengingat jumlah penumpang yang mencapai ratusan orang, koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam kelancaran proses evakuasi maupun penanganan pasca-bencana, termasuk dalam hal fasilitasi kebutuhan administrasi dan dukungan bagi keluarga korban yang terdampak.






