KabarDermayu.com – Bencana alam angin puting beliung menerjang Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Minggu (8/11/2026). Peristiwa ini menyebabkan kerusakan material yang cukup luas, mulai dari ratusan rumah warga hingga sejumlah fasilitas umum di wilayah tersebut.

Kepanikan sempat melanda warga saat pusaran angin kencang bergerak cepat menyapu permukiman. Sugiono, salah satu warga setempat, menuturkan bahwa masyarakat tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan harta benda saat atap-atap rumah mulai beterbangan.

Dalam musibah ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi terdapat enam warga yang mengalami luka ringan. Para korban, di antaranya Siti Khadijah, Alimin, Maysaroh, Pak Mili, dan Ibu Tin, rata-rata menderita luka lecet di bagian kepala dan kaki akibat terkena material bangunan.

Seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis segera dari petugas puskesmas setempat. Beruntung, kondisi mereka tidak memerlukan perawatan intensif, sehingga seluruh korban telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan di rumah masing-masing.

Data dari BPBD Jember mencatat dampak kerusakan fisik yang cukup signifikan akibat fenomena ini, yang meliputi:

Selain bangunan, infrastruktur pendukung di desa tersebut juga terdampak. Puluhan pohon tumbang menutupi akses jalan, sementara satu tiang listrik milik PLN roboh setelah tertimpa pohon besar. Hal ini memicu gangguan pada jaringan listrik yang kemudian segera ditangani oleh tim teknis PLN.

Upaya pembersihan material yang menghalangi jalan telah dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat dengan bantuan petugas. Akses jalan yang sempat terputus akibat pohon tumbang kini telah kembali normal dan dapat dilalui oleh kendaraan.

Pihak BPBD Jember memberikan peringatan kepada masyarakat terkait kondisi cuaca saat ini. Edy Budi Susilo mengimbau agar warga tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama mengingat wilayah Jember tengah berada dalam masa pancaroba atau peralihan musim.

Masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan memang sering kali ditandai dengan perubahan cuaca yang ekstrem, termasuk potensi munculnya angin kencang. Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi cuaca dari pihak berwenang guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materi yang lebih besar di masa depan.