KabarDermayu.com – Upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua terus ditingkatkan oleh jajaran TNI melalui berbagai Operasi strategis, salah satunya dengan melakukan pengawasan intensif dari udara di kawasan Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, memimpin langsung operasi patroli udara tersebut. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi oleh Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, menggunakan dua unit helikopter milik TNI Angkatan Udara.

Fokus Pemantauan dan Keamanan Wilayah

Patroli ini secara khusus menyasar kawasan lembah dan hutan di Intan Jaya yang diduga menjadi titik persembunyian anggota kelompok bersenjata TPNPB-OPM. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya preventif untuk meminimalisir pergerakan kelompok tersebut, sehingga masyarakat setempat dapat beraktivitas dengan tenang tanpa gangguan keamanan.

Pihak TNI menegaskan bahwa pengejaran terhadap sisa-sisa anggota kelompok bersenjata akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Letjen TNI Lucky Avianto menyatakan bahwa misi ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam menciptakan zona aman di seluruh wilayah Papua.

Kunjungan ke Pos Satgas dan Penghargaan Prajurit

Selain melakukan pengawasan dari udara, Pangkogabwilhan III juga menyambangi sejumlah pos keamanan di bawah Satgas TNI Koops Habema. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional prajurit di lapangan.

Dalam kunjungannya, Letjen TNI Lucky memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada para personel yang dinilai menunjukkan dedikasi dan keberhasilan dalam menjalankan tugas di titik-titik strategis. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap anggota di lapangan menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

Pendekatan Persuasif dan Kemanusiaan

Di samping langkah pengamanan, TNI melalui Kogabwilhan III dan Koops Habema juga mengedepankan pendekatan sosial dan humanis kepada masyarakat. Beberapa program kemanusiaan yang dijalankan antara lain:

Tujuan utama dari pendekatan ini adalah mengajak anggota kelompok bersenjata maupun simpatisannya untuk meninggalkan pola kekerasan. TNI berharap mereka bersedia kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan turut berkontribusi dalam pembangunan wilayah Papua.

Prinsip Hukum dalam Operasi

Menanggapi kondisi di lapangan, Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa meski mengutamakan langkah persuasif, prajurit TNI tetap memiliki kesiapan untuk mengambil tindakan tegas dan terukur. Segala aksi yang diambil di lapangan wajib berlandaskan pada hukum yang berlaku serta mematuhi Rules of Engagement (ROE).

Dalam setiap pengambilan keputusan, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Hal ini sesuai dengan prinsip salus populi suprema lex esto, yang menempatkan keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi dalam setiap pelaksanaan tugas negara. (7/11/26)