KabarDermayu.com – Tim bulutangkis Indonesia menghadapi situasi genting dalam laga penutup Grup D Piala Thomas 2026. Tunggal putra Alwi Farhan secara terbuka mengakui bahwa tekanan besar menjadi biang keladi kegagalannya meraih poin saat berhadapan dengan wakil Prancis, Alex Lanier.
Pertandingan yang digelar di Horsens, Denmark, pada Rabu, 29 April 2026 dini hari WIB, menyaksikan Alwi harus mengakui keunggulan lawannya melalui dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 19-21. Kekalahan ini semakin memperberat langkah Indonesia, yang sebelumnya sudah tertinggal 0-2 akibat kekalahan Jonatan Christie dari Christo Popov di partai pembuka.
Pasca pertandingan, Alwi Farhan tidak menampik bahwa beban untuk meraih kemenangan sangat membebani mental bertandingnya di lapangan. Posisi Indonesia yang sudah tertinggal membuat ia merasa tertekan oleh ekspektasi yang tinggi.
“Karena memang sekarang posisinya kami juga membutuhkan kemenangan, rasa itu cukup menghantui saya. Dan saya lebih merasakan pressure,” ungkap Alwi dalam keterangan resmi PP PBSI, mengonfirmasi adanya beban mental yang dirasakannya.
Selain faktor mental, Alwi juga menyoroti aspek teknis permainannya. Menurutnya, pola permainan yang diterapkan oleh Alex Lanier tidak jauh berbeda dari pertemuan sebelumnya. Namun, ia menilai bahwa kekuatan pukulan (power) dari Lanier menjadi pembeda yang sangat signifikan dalam duel tersebut.
Baca juga di sini: Kospi Pecahkan Rekor, Nilai Pasar Korea Capai Rp70.704 Triliun
“Hari ini tidak terlalu berbeda pola yang diterapkan lawan, tapi dia power-nya sangat besar ya. Jadi antisipasinya tadi saya beberapa kali lepas,” jelas Alwi, menyoroti keunggulan power lawan yang membuatnya kesulitan mengantisipasi bola.
Alwi menyesali beberapa kesalahan dalam membaca serangan lawan, terutama pada momen-momen krusial di gim kedua. Kesalahan tersebut, menurutnya, memberikan kesempatan lebih bagi Lanier untuk mendulang poin dan akhirnya mengunci kemenangan.
“Dia banyak mendapatkan poin dari situ, saya harus perbaiki untuk ke depan,” tutur Alwi dengan nada evaluatif, menunjukkan kesadarannya akan area yang perlu diperbaiki demi performa yang lebih baik di masa mendatang.
Dengan hasil kekalahan ini, langkah Indonesia di laga terakhir Grup D semakin berat. Skuad Merah Putih kini dihadapkan pada keharusan memenangkan ketiga partai tersisa jika ingin membalikkan keadaan dan mempertahankan predikat juara grup.
Harapan Indonesia kini tertumpu pada Anthony Sinisuka Ginting, yang akan turun di partai ketiga melawan Toma Junior Popov. Setelah itu, pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri diharapkan mampu menjadi penyelamat di dua partai terakhir untuk menjaga asa Indonesia.





