KabarDermayu.com – Sejarah kelam terukir bagi bulu tangkis Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak debut pada 1958, tim putra Indonesia terhenti di fase grup Piala Thomas. Kepastian pahit ini terjadi setelah Jonatan Christie dan rekan-rekannya kalah 1-4 dari Prancis pada laga penentu Grup D di Forum Horsens, Denmark, Rabu dini hari WIB 29 April 2026.
Runtuhnya Tradisi Raksasa Dunia
Indonesia, dengan koleksi 14 gelar juara, selalu menjadi kekuatan yang tak terbendung di fase grup. Sejak 1958 hingga 2024, tim Merah Putih selalu berhasil menembus babak gugur. Catatan terburuk sebelumnya hanya mencapai perempat final pada 2012.
Namun, kekalahan mengejutkan dari Prancis di laga terakhir Grup D memastikan skuad Merah Putih harus angkat koper lebih awal. Ini menjadi catatan sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca juga di sini: Pemerintah: Intervensi Restrukturisasi Utang Whoosh untuk Keberlanjutan Operasional
Drama Perhitungan Selisih Kemenangan
Meski mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan atas Aljazair (5-0) dan Thailand (3-2), Indonesia terperangkap dalam persaingan ketat. Thailand, Prancis, dan Indonesia sama-sama mengumpulkan poin kemenangan yang identik.
Namun, berdasarkan perhitungan selisih kemenangan, Indonesia harus puas berada di peringkat ketiga. Thailand keluar sebagai juara grup, sementara Prancis berhak melaju ke babak selanjutnya sebagai runner-up.
Jalannya Pertandingan: Tekanan dari Tim “Ayam Jantan”
Prancis menunjukkan dominasi sejak awal laga dengan memenangkan empat partai pertama secara beruntun:
- Tunggal 1: Jonatan Christie harus mengakui keunggulan Christo Popov dengan skor 19-21, 14-21.
- Tunggal 2: Alwi Farhan menyusul kekalahan usai ditekuk Alex Lanier 16-21, 19-21.
- Tunggal 3: Anthony Sinisuka Ginting sempat memberikan perlawanan sengit, namun kalah tipis dari Toma Junior Popov dalam rubber game dengan skor 22-20, 15-21, 20-22.
- Ganda 1: Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani gagal menyelamatkan harapan Indonesia setelah kalah dua gim langsung 19-21, 19-21 dari Eloi Adam/Leo Rossi.
Indonesia baru berhasil mencuri poin di partai terakhir melalui pasangan ganda Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menang atas duo Popov dengan skor 21-18, 19-21, 21-11. Sayangnya, kemenangan ini hanya menjadi hiburan semata karena nasib Indonesia sudah dipastikan tertutup.
Evaluasi Besar Menanti
Hasil di Horsens ini menjadi pukulan telak bagi sektor bulu tangkis nasional. Kegagalan mempertahankan tradisi panjang di ajang beregu putra paling bergengsi ini memicu perlunya evaluasi menyeluruh terhadap performa atlet maupun strategi pembinaan ke depan.
Kekalahan ini bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan peringatan keras bahwa peta kekuatan bulu tangkis dunia telah berubah, dan Indonesia harus segera berbenah untuk kembali ke jalur kejayaan.





