Fakta Mengejutkan: AI Kini Menulis 90 Persen Kode Mobil Otonom

oleh -6 Dilihat
Fakta Mengejutkan: AI Kini Menulis 90 Persen Kode Mobil Otonom

KabarDermayu.com – General Motors (GM) baru-baru ini mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan yang menunjukkan pergeseran signifikan dalam pengembangan teknologi mobil otonom. Perusahaan otomotif raksasa asal Amerika Serikat ini mengklaim bahwa hampir 90 persen kode perangkat lunak untuk sistem mobil otonom mereka kini dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).

Pengungkapan ini disampaikan langsung oleh CEO GM, Mary Barra, dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun 2026. Langkah ini menegaskan bahwa AI bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan telah menjadi tulang punggung dalam inovasi kendaraan masa depan.

Menurut Barra, seperti dikutip dari Carscoops pada 1 Mei 2026, pemanfaatan AI secara masif bertujuan untuk mempercepat pengembangan teknologi autonomous driving. AI mampu menghasilkan volume kode perangkat lunak yang sangat besar, yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga signifikan dari para insinyur untuk ditulis secara manual.

Kode yang dihasilkan AI ini akan menjadi dasar bagi generasi terbaru dari Super Cruise, sistem bantuan pengemudi canggih milik GM yang saat ini telah tersedia di berbagai model mobil dari merek Cadillac, Chevrolet, GMC, dan Buick.

GM bahkan memiliki ambisi besar untuk memperkenalkan fitur “eyes-off, hands-off driving” pada tahun 2028. Fitur ini memungkinkan pengemudi untuk melepaskan tangan dari kemudi dan tidak perlu terus-menerus memperhatikan jalan dalam kondisi tertentu, terutama di jalan tol.

Baca juga di sini: MU Beri Batas Waktu Barcelona: Bayar Rp515 Miliar untuk Rashford atau Kembali ke Old Trafford

Generasi baru Super Cruise tersebut diproyeksikan akan mengandalkan kombinasi sensor canggih seperti lidar, radar, dan kamera beresolusi tinggi. Sistem ini akan mampu memindai dan memahami kondisi jalan secara real-time. Untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan lain, sistem ini juga akan dilengkapi dengan lampu indikator berwarna turquoise yang menandakan kendaraan sedang beroperasi secara otomatis.

GM mengklaim bahwa pengembangan sistem AI ini didukung oleh analisis jutaan mil data berkendara dari dunia nyata. Lebih lanjut, perusahaan menyatakan bahwa sistem AI mereka kini dilatih menggunakan simulasi yang berjalan hingga 50.000 kali lebih cepat dibandingkan dengan kondisi berkendara di dunia nyata.

Selain pengujian virtual yang ekstensif, GM juga telah mulai memperluas pengujian kendaraan otomatis mereka di jalan umum di Amerika Serikat, tentunya dengan pengawasan langsung.

Langkah strategis GM ini diambil pasca penutupan divisi robotaxi Cruise pada akhir tahun 2024. Penutupan tersebut disebabkan oleh berbagai kontroversi dan tantangan regulasi yang dihadapi. Teknologi serta tim yang sebelumnya tergabung dalam Cruise kini dialihkan dan diintegrasikan ke dalam pengembangan Super Cruise.

Meskipun sempat menghadapi kritik akibat kegagalan proyek robotaxi, GM tampaknya tidak gentar dalam mengejar visinya di sektor kendaraan otonom. Perusahaan kini memilih untuk memprioritaskan pengembangan fitur autonomous driving untuk mobil pribadi, daripada berfokus pada layanan taksi tanpa sopir.

Penggunaan AI untuk menghasilkan sebagian besar kode kendaraan otonom ini telah memicu beragam reaksi di dunia maya. Di platform seperti Reddit, banyak pengguna yang menganggap langkah GM ini sangat menarik dan melihatnya sebagai indikasi masa depan industri otomotif. Namun, tidak sedikit pula yang mengungkapkan kekhawatiran terkait keamanan teknologi AI dalam kendaraan.

Beberapa pengguna mempertanyakan sejauh mana AI dapat diandalkan untuk sistem berkendara otomatis yang secara langsung berkaitan dengan keselamatan jiwa manusia. Ada pula yang menyuarakan kritik terhadap tren industri otomotif yang semakin bergantung pada perangkat lunak dan model berlangganan digital.

Di sisi lain, GM menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengintegrasikan teknologi AI di seluruh lini bisnis mereka. Bukti nyata dari komitmen ini adalah rencana GM untuk menghadirkan asisten AI Google Gemini ke jutaan kendaraan terbaru mereka melalui pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA).

Perkembangan yang dilakukan GM ini secara jelas menggarisbawahi bahwa lanskap persaingan di industri otomotif kini tidak lagi hanya berkutat pada performa mesin dan desain eksterior. Kemampuan perangkat lunak dan kecerdasan buatan menjadi faktor penentu utama. Para produsen mobil berlomba untuk menciptakan kendaraan yang lebih cerdas, lebih otonom, dan memiliki kemampuan belajar dari data miliaran pengguna.

Menurut data yang dikumpulkan, pengguna Super Cruise dari GM telah mencatatkan penempuhan lebih dari satu miliar mil dalam mode berkendara hands-free. Prestasi ini menjadi salah satu fondasi penting bagi GM dalam melatih dan menyempurnakan sistem AI mereka.