10 Profesi Baru Dicari: AI & Robot Canggih Buka Peluang Kerja

oleh -7 Dilihat
10 Profesi Baru Dicari: AI & Robot Canggih Buka Peluang Kerja

KabarDermayu.com – Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta robotika secara masif mengubah lanskap dunia kerja. Kekhawatiran bahwa AI hanya akan menggantikan pekerjaan manusia kini bergeser menjadi tren baru, yakni munculnya profesi-profesi yang sebelumnya tidak pernah eksis.

Berbagai perusahaan teknologi global berlomba menciptakan chatbot pintar, robot humanoid, hingga sistem otomatisasi canggih untuk berbagai sektor industri. Fenomena ini memicu peningkatan kebutuhan tenaga kerja baru, terutama untuk posisi yang dapat membantu AI bekerja lebih efektif, aman, dan selaras dengan kebutuhan manusia.

Menariknya, sejumlah profesi baru ini tidak selalu menuntut latar belakang teknis tingkat tinggi. Beberapa justru mengedepankan kreativitas, kemampuan komunikasi, hingga pemahaman mendalam tentang perilaku manusia. Berikut adalah sepuluh profesi baru terkait AI dan robot yang kini banyak dicari di berbagai negara, berdasarkan rangkuman dari Mercor pada Kamis, 28 Mei 2026.

1. AI Trainer

Profesi AI Trainer mengalami pertumbuhan pesat seiring kemunculan chatbot dan AI generatif. Tugas utama mereka adalah melatih sistem AI agar mampu memberikan respons yang lebih akurat, relevan, dan natural saat berinteraksi dengan manusia.

Lingkup pekerjaan ini meliputi evaluasi jawaban AI, perbaikan kesalahan respons, hingga penyediaan contoh percakapan yang ideal. Seiring dengan kemajuan teknologi AI, permintaan terhadap AI Trainer pun terus meningkat.

Banyak perusahaan global kini menawarkan peluang kerja jarak jauh untuk posisi ini, mengingat kebutuhan data dan pelatihan AI yang terus berkembang.

2. Prompt Engineer

Prompt Engineer sempat menjadi topik hangat beberapa tahun terakhir dan hingga kini tetap menjadi salah satu profesi yang dibutuhkan dalam industri AI. Fokus utama pekerjaan ini adalah merancang instruksi atau prompt agar AI mampu menghasilkan keluaran yang optimal.

Meskipun terdengar sederhana, kemampuan menyusun prompt yang tepat terbukti sangat krusial dalam dunia AI generatif. Prompt yang dirancang dengan baik dapat menghasilkan tulisan, gambar, atau analisis yang jauh lebih akurat.

Profesi ini kini dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari media, pemasaran, pendidikan, hingga industri kreatif.

3. Human AI Interaction Designer

Seiring meningkatnya interaksi manusia dengan AI, perusahaan membutuhkan tenaga ahli yang mampu menciptakan pengalaman interaksi yang nyaman dan natural. Dari sinilah lahir profesi Human AI Interaction Designer.

Tugas mereka adalah merancang bagaimana AI berkomunikasi, merespons, dan berinteraksi dengan manusia agar tidak terasa kaku atau membingungkan. Profesi ini banyak dibutuhkan dalam pengembangan chatbot, asisten virtual, hingga robot layanan pelanggan.

Bidang ini merupakan perpaduan antara teknologi, psikologi, dan desain pengalaman pengguna atau user experience.

4. Robot Operations Engineer

Robot kini tidak lagi terbatas penggunaannya di pabrik-pabrik besar, melainkan telah merambah ke gudang logistik, rumah sakit, hingga restoran. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan Robot Operations Engineer untuk memastikan robot dapat beroperasi dengan baik di lapangan.

Profesi ini bertanggung jawab memantau kinerja robot, melakukan pemeliharaan, serta menangani berbagai kendala operasional. Seiring dengan peningkatan penggunaan robot otomatis, kebutuhan tenaga kerja di bidang ini diprediksi akan terus bertambah.

Pekerjaan ini menjadi salah satu peluang karier yang menjanjikan di era otomatisasi industri.

5. AI Governance Lead

Meluasnya penggunaan AI memunculkan tantangan baru terkait etika, keamanan data, dan regulasi. Untuk mengatasinya, banyak perusahaan kini mencari AI Governance Lead.

Profesi ini bertugas memastikan sistem AI digunakan secara aman, transparan, dan sesuai dengan aturan hukum. Mereka juga berperan membantu perusahaan meminimalkan risiko penyalahgunaan AI.

Posisi ini mulai berkembang di sektor keuangan, kesehatan, hingga perusahaan teknologi besar yang sangat mengandalkan AI dalam operasional bisnisnya.

Baca juga: Teror 'Pocong Begal' di Jateng: Fakta Terungkap oleh Polisi

6. Motion Annotation Specialist

Profesi Motion Annotation Specialist mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Tugasnya adalah memberikan label pada gerakan tubuh manusia yang kemudian digunakan sebagai data pelatihan bagi robot dan AI.

Data tersebut membantu robot dalam memahami cara manusia bergerak, berjalan, membawa barang, atau melakukan aktivitas tertentu. Peran ini sangat krusial dalam pengembangan robot humanoid generasi baru.

Mengingat pesatnya perkembangan industri robotika, kebutuhan tenaga kerja di bidang ini pun mulai meningkat di beberapa negara.

7. Embodied AI Engineer

Embodied AI Engineer diprediksi akan menjadi salah satu profesi masa depan yang semakin populer. Bidang ini berfokus pada penggabungan AI dengan tubuh fisik robot agar mampu berinteraksi secara langsung di dunia nyata.

Profesi ini banyak terlibat dalam pengembangan robot humanoid, kendaraan otomatis, hingga mesin pintar yang dapat bergerak secara mandiri.

Kemajuan teknologi robotika membuat profesi ini mulai dilirik oleh perusahaan besar yang mengembangkan otomatisasi tingkat lanjut.

8. AI Safety Specialist

Semakin cerdasnya AI berkembang, semakin besar pula perhatian yang diberikan pada aspek keamanan. Oleh karena itu, muncul profesi AI Safety Specialist yang bertugas memastikan sistem AI tetap aman digunakan oleh manusia.

Mereka biasanya melakukan pengujian risiko, mencegah kesalahan sistem, hingga memastikan AI tidak menghasilkan keputusan yang berbahaya. Profesi ini kini mulai dibutuhkan di sektor kendaraan otonom, robot industri, hingga layanan digital berbasis AI.

Ke depannya, posisi ini diperkirakan akan menjadi salah satu profesi penting dalam industri teknologi global.

9. Digital Twin Specialist

Digital Twin Specialist bertugas menciptakan versi virtual dari mesin, pabrik, atau robot untuk keperluan simulasi dan analisis. Teknologi ini memungkinkan perusahaan menguji kinerja sistem tanpa harus menggunakan mesin asli.

Konsep digital twin kini banyak diadopsi di industri manufaktur modern karena dianggap mampu meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko kerusakan.

Oleh karena itu, profesi ini mulai berkembang pesat seiring dengan meningkatnya adopsi AI dan otomatisasi industri.

10. Robot Data Recorder

Profesi baru lainnya adalah Robot Data Recorder. Tugasnya adalah mengumpulkan dan merekam aktivitas manusia untuk dijadikan data pembelajaran bagi robot.

Data tersebut membantu robot memahami lingkungan sekitar dan meniru perilaku manusia dalam aktivitas sehari-hari. Pekerjaan ini menjadi semakin penting dalam pengembangan robot humanoid yang dirancang untuk hidup berdampingan dengan manusia.

Meskipun teknologi AI dan robot terus berkembang pesat, kemunculan profesi-profesi baru ini menegaskan bahwa peran manusia tetaplah penting dalam dunia kerja masa depan. Apakah ada profesi di atas yang menarik minat Anda?