Menumbuhkan Cinta Bulu Tangkis Sejak Kecil

oleh -5 Dilihat
Menumbuhkan Cinta Bulu Tangkis Sejak Kecil

KabarDermayu.com – Upaya menanamkan kecintaan terhadap olahraga bulu tangkis sejak usia dini terus digaungkan melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026.

Acara yang diselenggarakan di GOR Satria Purwokerto pada Kamis, 30 April 2026, ini berhasil mengumpulkan 480 siswa Sekolah Dasar kelas 1 hingga 3 dari total 16 sekolah yang berpartisipasi.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Bakti Olahraga Djarum Foundation yang berkolaborasi dengan MilkLife dan Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Tengah. Festival ini menandai dimulainya rangkaian acara yang rencananya akan berlanjut ke kota-kota lain seperti Magelang, Solo, Semarang, dan Kudus hingga bulan November mendatang.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menjelaskan bahwa ajang ini tidak sekadar menjadi sebuah kompetisi. Lebih dari itu, festival ini merupakan bagian integral dari upaya membangun fondasi olahraga sejak dini.

Dengan konsep permainan yang dirancang agar santai dan interaktif, diharapkan dapat menumbuhkan rasa senang dan keceriaan anak-anak terhadap dunia bulu tangkis.

“Melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026, kami ingin memberikan pengalaman yang menggembirakan sekaligus memotivasi para siswa untuk menekuni bulu tangkis,” ujar Yoppy.

Ia menambahkan, “Kami percaya bahwa atlet yang hebat dan berprestasi berawal dari rasa senang saat mereka menjalani suatu olahraga. Dengan demikian, diharapkan Indonesia akan memiliki generasi penerus atlet badminton yang kompetitif dan membanggakan bangsa.”

Pandangan serupa disampaikan oleh Wakil Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika. Ia melihat antusiasme yang tinggi dari para peserta sebagai sinyal positif untuk memperkuat ekosistem bulu tangkis mulai dari jenjang paling dasar.

“Dimulai dari kota seperti Purwokerto, kami melihat adanya perluasan jangkauan pembinaan ke daerah-daerah yang sebelumnya belum tersentuh secara optimal,” ungkap Yuni.

Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam proses ini. Pengenalan olahraga sejak usia dini tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan memerlukan kesinambungan agar minat dapat berkembang menjadi bakat, dan bakat tersebut dapat berkembang menjadi prestasi.

“Dari sini, ekosistem pembinaan menjadi lebih terstruktur, mulai dari pengenalan, pembinaan dasar, hingga ke jenjang kompetitif,” tambahnya.

Ke depannya, PBSI Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai langkah lanjutan untuk mendukung pengembangan bulu tangkis usia dini. Ini termasuk pemetaan potensi atlet usia dini serta penguatan klub dan pelatih di daerah.

“Ini mencakup pemetaan potensi atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih di daerah, serta penguatan klub-klub sebagai wadah pembinaan,” jelas Yuni.

Selain itu, PBSI Jawa Tengah juga akan mendorong lebih banyak kompetisi berjenjang. Tujuannya agar para peserta yang sudah menunjukkan minat memiliki ruang yang memadai untuk terus berkembang dan mengukur kemampuan mereka.

Kolaborasi yang erat dengan sekolah dan klub-klub setempat juga akan terus ditingkatkan. Hal ini penting agar proses pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan dan efektif.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari kalangan pendidik. Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Penjasorkes Kabupaten Banyumas, Pujiono, menilai bahwa pendekatan yang menyenangkan seperti yang diterapkan dalam festival ini sangat efektif untuk mendorong regenerasi atlet bulu tangkis.

Baca juga di sini: Perkuat Penyaluran Subsidi Tepat, Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Layanan QR Code di Jawa Timur

“Guru-guru PJOK di Kabupaten Banyumas mendukung penuh proses pengenalan olahraga melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026,” ujar Pujiono.

Ia mengakui bahwa prestasi gemilang yang telah diraih oleh para pebulu tangkis Indonesia harus dilanjutkan oleh generasi mendatang. Oleh karena itu, pengenalan dan pembinaan sejak dini menjadi sangat penting untuk menindaklanjuti regenerasi atlet, baik di tingkat daerah maupun provinsi.

“Tentu ini menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus mendorong siswa mengembangkan bakat mereka bersama klub,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, lomba bulu tangkis ini menggunakan sistem individu. Penilaian utama didasarkan pada catatan waktu tercepat para peserta dalam menyelesaikan serangkaian tantangan.

Peserta dari kelas 3 dihadapkan pada lima jenis tantangan, yang meliputi tantangan seperti Pyramid Shuttlecock dan Zig Zag Run. Sementara itu, siswa kelas 1 dan 2 menjalani empat tantangan, dengan pengecualian pada tantangan Service to Target.

Semangat juang terlihat jelas dari para peserta. Salah satunya adalah Gita Felicia, siswa dari SDN 1 Karangpucung, yang berhasil menjadi tercepat di kategori putri kelas 3 dengan catatan waktu 01:00.73.

Hasil ini merupakan peningkatan signifikan baginya, setelah pada festival sebelumnya ia berhasil meraih juara ketiga. “Aku memang suka bulu tangkis sejak dulu, seringnya bermain dengan teman di depan rumah,” kata Gita.

Ia menceritakan bahwa pada Festival SenengMinton 2025, ia mendapatkan hadiah raket karena menjadi juara tiga. Raket pertamanya itu menjadi motivasi tambahan untuk berlatih lebih giat.

“Lalu kali ini aku membuktikan hasil latihan dengan jadi juara. Setelah ini aku akan berlatih lebih serius. Semoga nanti jadi atlet andal,” harapnya.

Guru olahraga SDIT Harapan Bunda Purwokerto, Gito Sugeng Ridhono, menuturkan bahwa ajang ini sangat membantu sekolah dalam memperkenalkan dasar-dasar bulu tangkis kepada para siswa.

“Dengan adanya MilkLife Festival SenengMinton 2026 ini kami terbantu karena menjadi wadah para siswa mengenal keterampilan dasar bulu tangkis,” ungkap Gito.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, kecintaan siswa terhadap olahraga bulu tangkis dapat meningkat. Hal ini juga diharapkan dapat membantu mengidentifikasi bakat-bakat potensial yang kemudian dapat dibina lebih lanjut.

“Semoga melalui ajang ini sekolah kami dapat mengukir kemenangan dalam kejuaraan bulutangkis, oleh karena itu kami juga sangat serius mempersiapkan para atlet yang bertanding di ajang ini,” sebutnya.

Para pemenang di setiap kategori berhak mendapatkan piala, uang pembinaan, serta hadiah menarik dari para sponsor. Seluruh peserta dan guru yang terlibat juga menerima goodie bag sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam festival ini.