Trump Puji Militer AS Bak Bajak Laut, Iran Sebut Blokade Kriminal

oleh -7 Dilihat
Trump Puji Militer AS Bak Bajak Laut, Iran Sebut Blokade Kriminal

KabarDermayu.com – Kementerian Luar Negeri Iran memberikan tanggapan keras terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Angkatan Laut AS bertindak “seperti bajak laut” dalam menjalankan blokade laut terhadap kapal dan pelabuhan Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, melalui unggahan di platform X pada Sabtu, 2 Mei 2026, menyatakan bahwa pengakuan Trump bukanlah sekadar kesalahan verbal.

Menurut Baghaei, pernyataan tersebut merupakan pengakuan langsung dan memberatkan mengenai sifat kriminal dari tindakan AS terhadap navigasi maritim internasional.

“Ini bukan kesalahan verbal. Ini adalah pengakuan langsung dan memberatkan tentang sifat kriminal dari tindakan mereka terhadap navigasi maritim internasional,” tulis Baghaei.

Ia menambahkan bahwa komunitas internasional, negara-negara anggota PBB, dan Sekretaris Jenderal PBB harus menolak normalisasi pelanggaran hukum internasional yang terang-terangan tersebut.

Trump diketahui memerintahkan blokade tersebut pada 13 April 2026, setelah mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dalam serangan yang diklaimnya tanpa provokasi terhadap Iran.

Setelah masa gencatan senjata berakhir, Trump mengumumkan kelanjutan blokade tersebut, yang dinilai Iran melanggar ketentuan-ketentuannya.

Blokade ini telah menyebabkan pasukan Amerika menyita beberapa kapal Iran, beserta kargo, awak kapal, dan bahkan keluarga mereka.

Baca juga di sini: Syifa Hadju Jelaskan Alasan Penggunaan "Rumi" di Nama Belakangnya

Pada hari Senin sebelumnya, Baghaei juga telah mengomentari tindakan penyitaan kapal tersebut, menyebutnya sebagai “legalisasi terang-terangan terhadap pembajakan dan perampokan bersenjata di laut lepas.”

“Amerika Serikat harus bertanggung jawab penuh atas perilaku yang terang-terangan melanggar hukum ini, yang menyerang inti hukum internasional dan perdagangan bebas internasional, dan mengancam prinsip-prinsip dasar keamanan maritim,” tegasnya.

Sebagai balasan atas agresi tersebut, Republik Islam Iran mengambil langkah dengan memblokir Selat Hormuz, jalur strategis bagi musuh dan sekutunya. Iran juga mulai memberlakukan kontrol yang jauh lebih ketat atas jalur air tersebut.

Sementara itu, Teheran secara resmi mengajukan protes terhadap blokade tersebut kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Iran menekankan haknya untuk mengambil tindakan defensif yang semestinya sebagai respons terhadap tindakan tersebut.

Pernyataan Trump yang menyebut Angkatan Laut AS bertindak “seperti bajak laut” disampaikan dalam sebuah acara di negara bagian Florida pada Jumat, 1 Mei 2026. Ia menggambarkan penyitaan kapal-kapal Iran di Selat Hormuz sebagai “bisnis yang sangat menguntungkan.”

“Kami mengambil alih kapal, kami mengambil alih kargo, kami mengambil alih minyak. Ini bisnis yang sangat menguntungkan,” ujar Trump, seperti dilansir oleh Reuters.

Ia menambahkan, “Kami seperti bajak laut. Kami agak seperti bajak laut tetapi kami tidak bermain-main.”

Beberapa kapal Iran telah disita oleh Amerika Serikat setelah meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Iran. Selain itu, kapal kontainer yang dikenai sanksi dan kapal tanker Iran di perairan Asia juga menjadi sasaran penyitaan.