KabarDermayu.com – Tokenisasi aset membuka peluang baru dalam dunia investasi, memungkinkan berbagai instrumen seperti saham dan komoditas untuk diakses secara global.
Inovasi ini menawarkan perdagangan fraksional dan likuiditas yang lebih tinggi dibandingkan aset tradisional.
Perkembangan tokenisasi sejalan dengan peningkatan adopsi aset kripto di seluruh dunia.
Data TRM Labs menunjukkan aktivitas ritel aset kripto global mencapai US$79 miliar pada kuartal I 2026.
Indonesia turut merasakan tren positif ini, menjadi negara dengan pertumbuhan sesi aplikasi aset kripto tertinggi kedua di dunia.
Sensor Tower mencatat pertumbuhan sebesar 54 persen secara tahunan di Indonesia.
Menyadari potensi besar ini, platform investasi aset kripto Pintu berkolaborasi dengan Mensa Indonesia.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui sesi edukasi bertema “The Future of Blockchain and Cryptocurrency”.
Ari Budi Santosa, Blockchain and Crypto Specialist Pintu, menjelaskan pandangannya mengenai industri aset kripto.
Menurutnya, aset kripto kini tidak lagi hanya dipandang sebagai alat trading belaka.
Lebih dari itu, aset kripto merupakan teknologi berbasis blockchain yang menawarkan transparansi dan efisiensi dalam kepemilikan serta transfer nilai.
Baca juga: Bencana Longsor Mendominasi Akibat Hujan Deras di Bogor
Salah satu perkembangan penting dalam ekosistem aset kripto adalah tokenisasi aset.
Proses ini mengubah aset dunia nyata, mulai dari emas hingga saham, menjadi token digital yang dapat diperdagangkan secara global.
Tokenisasi membuka akses investasi yang lebih luas dan inklusif bagi masyarakat.
“Kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya melihat kesempatan, tapi juga memahami risiko aset digital secara menyeluruh sehingga dapat mengambil keputusan investasi yang bijak,” ujar Ari, Senin, 4 Mei 2026.
Mensa Indonesia, sebagai komunitas intelektual global bagi individu dengan kecerdasan tinggi, memiliki fokus pada pengembangan intelijensia.
Mereka mewadahi pertukaran ide, berbagi pengetahuan, dan kolaborasi untuk kemajuan anggota dan masyarakat.
Dalam sesi edukasi tersebut, Pintu memaparkan berbagai topik krusial seputar industri aset kripto.
Mulai dari dasar-dasar teknologi blockchain, perkembangan ekosistem, hingga potensi blockchain termasuk tokenisasi aset.
Strategi investasi aset kripto yang relevan juga menjadi bahasan utama.
“Ini perspektif baru bagi anggota kami. Aset kripto tidak hanya sekadar trading, tetapi juga mencakup teknologi blockchain dengan potensi besar ke depannya,” ungkap Chairman of Mensa Indonesia, Satriadi Gunawan.





