Bencana Longsor Mendominasi Akibat Hujan Deras di Bogor

oleh -5 Dilihat
Bencana Longsor Mendominasi Akibat Hujan Deras di Bogor

KabarDermayu.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 4 Mei 2026, memicu serangkaian bencana alam. Peristiwa cuaca ekstrem ini menyebabkan kerusakan rumah warga dan memaksa sebagian penduduk untuk mengungsi.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utama dari berbagai kejadian bencana tersebut. Kondisi tanah yang tidak stabil dan erosi di bantaran sungai turut memperparah situasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat sedikitnya 12 kejadian bencana terjadi sejak Minggu, 3 Mei 2026, hingga Senin. Dari jumlah tersebut, peristiwa tanah longsor mendominasi dan tersebar di berbagai kecamatan.

“Curah hujan tinggi menjadi pemicu utama, ditambah kondisi tanah yang labil serta erosi di bantaran sungai,” jelas Dimas mengenai faktor-faktor yang berkontribusi.

Baca juga: Manajer Kopdes Merah Putih: 639 Ribu Pelamar, 483 Ribu Lolos Administrasi

Salah satu longsoran terjadi di Kelurahan Sukasari, Bogor Timur. Longsor dengan ketinggian mencapai 30 meter ini berdampak pada lima rumah warga. Akibat kejadian ini, seorang warga dilaporkan mengalami luka pada bagian kepala dan punggung karena tertimpa material longsor.

Peristiwa longsor juga dilaporkan terjadi di wilayah Pasir Kuda, Bogor Barat. Material longsoran menimpa salah satu rumah warga, sehingga penghuninya terpaksa mencari tempat berlindung di rumah kerabat karena kekhawatiran akan terjadinya longsor susulan.

Di Kelurahan Ranggamekar, Bogor Selatan, longsor susulan kembali terjadi. Peristiwa ini merusak sebagian besar rumah warga dan mengakibatkan satu orang mengalami luka ringan. BPBD mengidentifikasi kebutuhan mendesak di lokasi ini, termasuk pembangunan tembok penahan tanah (TPT), penyediaan hunian sementara, dan bantuan logistik.

Selain longsor, banjir lintasan juga melanda Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan. Bencana ini berdampak pada tiga kepala keluarga, setelah air masuk ke dalam rumah dan sebuah ruko akibat derasnya aliran air hujan.

Kejadian longsor di Kelurahan Tanah Baru, Bogor Utara, menyebabkan jebolnya tembok penahan tanah. Akibatnya, air meluap dan merendam sekitar 20 rumah warga dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 50 sentimeter.

Tim BPBD bersama unsur gabungan telah bergerak cepat untuk melakukan asesmen, membersihkan material longsor, dan memberikan penanganan darurat di lokasi-lokasi yang terdampak. Bantuan berupa terpal juga telah disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

“Beberapa rumah masih belum bisa dihuni karena berpotensi terjadi longsor susulan,” ungkap Dimas, menekankan risiko yang masih ada.

Dimas mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Potensi hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci.