KabarDermayu.com – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Ghalibaf, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait eskalasi di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa Teheran bahkan “belum memulai” langkah-langkah utamanya dalam menghadapi situasi yang semakin memanas.
Melalui unggahan di platform X pada Selasa, Ghalibaf menyatakan bahwa sebuah “persamaan baru” mulai terbentuk di jalur perairan yang sangat strategis tersebut. Menurutnya, keamanan pelayaran dan pasokan energi kini terancam akibat tindakan Amerika Serikat dan sekutunya.
Baca juga: Timnas Indonesia U-17 vs China: Link Live Streaming Piala Asia U-17 2026
Ia merujuk pada pelanggaran gencatan senjata dan pemberlakuan blokade yang dilakukan oleh AS dan sekutunya. Ghalibaf meyakini bahwa kejahatan yang mereka lakukan akan segera berkurang seiring dengan perkembangan situasi.
Iran, lanjutnya, memahami betul tekanan yang kini dihadapi oleh Washington. “Kami tahu betul bahwa kelanjutan situasi saat ini tidak tertahankan bagi Amerika Serikat, sementara kami bahkan belum memulai,” tegasnya, menunjukkan kesiapan Iran untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz. Iran memandang manuver militer AS ini sebagai ancaman terhadap stabilitas regional serta jalur energi internasional yang krusial.
Pasukan Iran dilaporkan telah berulang kali memperingatkan kapal-kapal perang AS agar tidak terlalu mendekat ke jalur perairan tersebut. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) juga dilaporkan terus menunjukkan kesiapan militernya melalui latihan rudal dan drone.
Dalam beberapa jam terakhir, tidak ada laporan mengenai aktivitas transit komersial di kawasan Selat Hormuz. Iran menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambilnya merupakan bagian dari hak kedaulatannya atas jalur laut vital tersebut.
Sebelumnya, pada hari Senin, Angkatan Laut Iran dilaporkan telah melakukan penembakan rudal dan drone sebagai bentuk peringatan kepada kapal perang AS yang mendekat. Pihak militer Iran menyatakan bahwa tindakan ini diambil untuk mempertahankan perairan yang mereka klaim sebagai wilayah kedaulatan negara.





