Israel Rencana Serangan Terbatas ke Iran, Tunggu Persetujuan Trump

oleh -6 Dilihat
Israel Rencana Serangan Terbatas ke Iran, Tunggu Persetujuan Trump

KabarDermayu.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan tengah menjalin koordinasi intensif dengan Amerika Serikat. Fokus utama pembicaraan ini adalah persiapan untuk kemungkinan melancarkan serangan yang terukur ke Iran. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, yang dikhawatirkan dapat mengancam rapuhnya gencatan senjata yang telah terjalin di kawasan tersebut.

Laporan yang dikutip dari CNN pada Selasa, berdasarkan keterangan sumber dari pihak Israel, menyebutkan bahwa koordinasi tersebut mencakup strategi untuk serangan singkat. Targetnya adalah infrastruktur energi Iran serta beberapa pejabat senior negara tersebut.

Tujuan dari kampanye militer singkat ini adalah untuk memberikan tekanan kepada Iran agar bersedia memberikan konsesi tambahan dalam negosiasi yang sedang berlangsung. Hal ini diungkapkan oleh sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Bahkan, berbagai rencana militer sebenarnya telah disiapkan sebelum gencatan senjata awal April lalu. Namun, keputusan akhir untuk melanjutkan operasi militer ini disebut sangat bergantung pada persetujuan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pada Minggu malam, Netanyahu dilaporkan telah memberikan pengarahan kepada para komandan militer senior Israel. Mereka diminta untuk bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi lanjutan dengan Iran. Berita ini juga turut dilaporkan oleh Channel 14 Israel.

Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu menyampaikan pandangannya bahwa Iran akan keluar dari konflik dalam kondisi yang jauh lebih lemah. Sebaliknya, Israel akan berada pada posisi yang lebih kuat. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa tidak ada jaminan rezim Iran akan runtuh secara cepat pada fase awal konflik.

Namun, ia menilai bahwa tekanan ekonomi yang berat dapat memicu ketidakstabilan internal di Iran. Terkait program nuklir Iran, Netanyahu juga menyebutkan bahwa Trump meyakini tekanan ekonomi ekstrem dapat membuka jalan untuk mengakses material nuklir yang selama ini tersimpan jauh di bawah tanah.

Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali memanas pada Senin, 4 Mei 2026. Kedua negara saling melancarkan serangan di kawasan Teluk. Bentrokan dilaporkan terjadi di sekitar Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Kawasan ini kini nyaris lumpuh akibat blokade dan aksi militer dari kedua belah pihak.

Serangan rudal dan drone dilaporkan menghantam sejumlah target, termasuk kapal dan fasilitas energi. Situasi semakin memburuk setelah Trump mengumumkan inisiatif “Project Freedom”. Tujuannya adalah untuk mengawal kapal tanker dan kapal dagang melintasi selat tersebut dengan perlindungan militer.

Baca juga: Danantara Ungkap Alasan Beli Saham GoTo

Namun, langkah ini justru semakin memperkeruh keadaan. Sejumlah kapal dagang melaporkan adanya ledakan dan kebakaran di perairan Teluk. Militer Amerika Serikat mengklaim telah berhasil menghancurkan enam kapal kecil milik Iran. Sementara itu, sebuah pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab dilaporkan terbakar akibat serangan rudal Iran.