Keluarga di India Meninggal Setelah Makan Semangka Tengah Malam

oleh -6 Dilihat
Keluarga di India Meninggal Setelah Makan Semangka Tengah Malam

KabarDermayu.com – Sebuah tragedi menyelimuti India ketika satu keluarga yang terdiri dari empat orang ditemukan meninggal dunia secara misterius di rumah mereka di Mumbai. Peristiwa tragis ini terjadi setelah mereka menyantap hidangan makan malam dan buah semangka di larut malam.

Kejadian nahas ini berlangsung pada Minggu, 27 April, di kawasan Pydhonie, Bhendi Bazaar, Mumbai selatan. Keempat korban adalah Abdullah Dokadia (45 tahun), istrinya Nasreen (35 tahun), serta kedua putri mereka, Ayesha (16 tahun) dan Zainab (13 tahun).

Malam sebelum kejadian, keluarga tersebut diketahui menjamu sembilan orang tamu untuk makan malam. Hidangan utama yang disajikan adalah biryani. Setelah para tamu meninggalkan rumah, anggota keluarga Dokadia kemudian melanjutkan makan buah semangka sekitar pukul 01.00 dini hari.

Namun, nasib buruk menimpa keluarga tersebut. Sekitar pukul 05.00 pagi, mereka mulai mengalami gejala keracunan yang parah. Gejala tersebut meliputi muntah, sakit perut yang hebat, dan diare. Dalam kondisi yang mengkhawatirkan, mereka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sayangnya, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Keempat anggota keluarga tersebut meninggal dunia dalam selang waktu beberapa jam di rumah sakit. Ironisnya, kesembilan tamu yang sebelumnya juga menyantap hidangan biryani yang sama tidak menunjukkan gejala penyakit apa pun.

Pihak kepolisian setempat telah mengambil tindakan dengan mendaftarkan kasus ini sebagai kematian akibat kecelakaan. Mereka juga telah melakukan pemeriksaan dan mencatat keterangan dari para tamu yang hadir saat makan malam keluarga tersebut.

Dampak dari kejadian misterius ini tidak hanya terbatas pada lingkup keluarga korban. Peristiwa tersebut segera memicu kepanikan di masyarakat, terutama di kalangan pedagang buah. Penjualan semangka, yang merupakan buah populer di musim panas, dilaporkan mengalami penurunan drastis.

Para pedagang melaporkan bahwa permintaan semangka turun hingga hampir 30 persen. Harga buah ini pun anjlok drastis, bahkan dijual hanya seharga lima hingga tujuh rupee per kilogram. Angka ini jauh di bawah harga grosir normal yang biasanya berkisar antara 10 hingga 35 rupee per kilogram. Di tingkat eceran, harga semangka di Mumbai sendiri umumnya berada di kisaran 30 hingga 100 rupee per kilogram.

Para pedagang di Pasar Crawford, Mumbai selatan, mengungkapkan kepada The Indian Express bahwa beberapa pelanggan bahkan mengembalikan semangka yang telah mereka beli. Unggahan mengenai kematian keluarga tersebut di media sosial dengan cepat menyebar dan memicu ketakutan publik terhadap konsumsi semangka.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Badan Pengawas Obat dan Makanan Maharashtra (FDA) segera bertindak. Lembaga tersebut mengumpulkan berbagai sampel dari rumah korban untuk diuji di laboratorium. Sampel yang diambil meliputi biryani, semangka, air minum yang disimpan, beras, ayam, kurma, dan rempah-rempah, sebagaimana dilaporkan oleh News18.

Selain itu, organ dalam dari keempat korban juga telah dikirim untuk analisis kimia guna mengetahui penyebab pasti kematian. Hingga berita ini diturunkan, laporan forensik akhir masih dalam proses dan belum dipublikasikan.

Di sisi lain, sejumlah dokter memberikan pandangan ilmiah mengenai spekulasi yang berkembang di media sosial. Banyak yang menyalahkan semangka sebagai penyebab kematian, namun para ahli medis menilai spekulasi tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Dr. Sanjay Surase, kepala medis Rumah Sakit Sir JJ tempat tiga dari korban meninggal, menjelaskan bahwa gambaran klinis yang dialami pasien tidak sesuai dengan pola keracunan makanan biasa. Ia menekankan bahwa kecepatan penurunan kondisi, tingkat keparahan gejala, dan fakta bahwa beberapa anggota keluarga yang sama terpengaruh secara bersamaan tidak lazim terjadi pada penyakit bawaan makanan.

“Kami sedang mempertimbangkan kemungkinan adanya zat beracun atau kimia,” ujar Dr. Surase kepada The Indian Express.

Komisaris keamanan pangan negara bagian juga menyampaikan pandangannya. Ia menyatakan bahwa bahkan residu pestisida tingkat tinggi pada semangka pun kecil kemungkinannya menyebabkan kematian secara fatal seperti ini. Hal ini dikarenakan buah-buahan tersebut secara rutin diberi berbagai jenis pestisida sebelum panen tanpa menimbulkan konsekuensi yang mematikan.

Semangka yang beredar di pasar Mumbai diketahui berasal dari berbagai daerah pertanian di Maharashtra, Karnataka, dan Gujarat. Para petani di ketiga negara bagian tersebut kini dilaporkan memantau situasi dengan penuh kecemasan akibat kepanikan yang meluas.

FDA Maharashtra kembali menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menghubungkan secara langsung kematian keluarga tersebut dengan konsumsi semangka. Lembaga tersebut berkomitmen untuk tidak menarik kesimpulan sebelum adanya konfirmasi ilmiah yang kuat.

Baca juga: Gubernur BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS

Sementara investigasi medis dan ilmiah terus berjalan, pihak kepolisian juga tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang berperan dalam tragedi ini. Mereka sedang menyelidiki kemungkinan lain, termasuk apakah keluarga tersebut mengalami tekanan finansial atau psikologis yang signifikan dalam periode sebelum kejadian nahas tersebut.