Fakta Baru Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Muratara Terungkap oleh Kernet

oleh -7 Dilihat
Fakta Baru Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Muratara Terungkap oleh Kernet

KabarDermayu.com – Titik terang mulai terkuak dalam kasus kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Kesaksian kernet bus yang selamat dari insiden mengerikan, yang merenggut 16 nyawa, kini didalami oleh pihak kepolisian.

Tim gabungan dari Polda Sumatera Selatan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan menghadirkan kernet Bus ALS, M. Fadli bin Ibrahim. Dalam proses tersebut, polisi mencocokkan keterangan saksi dengan kondisi di lokasi kecelakaan yang sempat memicu kobaran api besar.

Fadli menceritakan momen menegangkan sesaat sebelum tabrakan terjadi. Menurut keterangannya, sopir bus berusaha menghindari jalan yang berlubang ketika kendaraan melaju di Jalinsum.

“Kita menghindari lubang. Jadi datanglah mobil (truk tangki) arah sana kencang kan, jadi menghantam,” ujar Fadli, dikutip dari tvOne.

Bus tersebut dilaporkan melaju dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam sebelum kecelakaan nahas itu terjadi. Ketika sopir berupaya membelok untuk menghindari lubang, dari arah berlawanan muncul sebuah truk tangki yang melaju dengan kecepatan tinggi. Benturan keras tak terhindarkan, yang seketika memicu ledakan dan api besar yang melalap kedua kendaraan.

Baca juga: Pertamina Gandeng LanzaTech untuk Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

“Langsung hidup api, sampai langsung hidup api,” kenang Fadli dengan nada pilu.

Ia juga menggambarkan kondisi para penumpang saat kejadian. Sebagian besar penumpang disebut tidak sempat menyelamatkan diri karena tengah terlelap dalam perjalanan malam.

“Penumpang ada yang tidur, ada yang main HP,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Rinciannya, 14 korban berasal dari Bus ALS, sementara dua lainnya adalah sopir dan kernet truk tangki BBM. Polda Sumatera Selatan menyatakan bahwa proses identifikasi korban masih terus berlangsung. Dari total korban meninggal dunia, 10 orang telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya, menjelaskan bahwa seluruh jenazah sebelumnya telah dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Proses identifikasi dilakukan secara intensif oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sumsel bersama Tim DVI Pusdokkes Mabes Polri,” ujar Nandang pada Kamis, 7 Mei 2026.

Korban meninggal yang telah berhasil teridentifikasi antara lain Aryanto (49), sopir mobil tangki asal Lubuk Linggau, serta Martono (48), penumpang truk tangki asal Musi Rawas Utara. Polisi juga berhasil mengidentifikasi sopir Bus ALS bernama Alif (44) asal Jawa Tengah. Dua kru bus lainnya yang turut meninggal dunia adalah Saf (50) dan Maleh (42), keduanya merupakan warga Medan.

Sementara itu, dari kalangan penumpang, korban yang telah dikenali meliputi Relodo, Zulkifli, Aldi Sulistiawan, Rani, dan Bela, yang diketahui merupakan satu keluarga penumpang Bus ALS. Selain korban meninggal, polisi mencatat ada empat korban yang berhasil selamat. Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit.

Korban selamat yang terluka serius adalah Jumiatun (35) dan Ngadiono (44), keduanya warga Pati, Jawa Tengah, serta Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal. Sementara itu, kernet Bus ALS, M. Fadli bin Ibrahim (30) asal Riau, hanya mengalami luka ringan.

Kapolres Muratara Ajun Komisaris Besar Polisi Rendy Surya Aditama sebelumnya menyatakan bahwa dugaan awal kecelakaan mengarah pada faktor human error, meskipun kondisi jalan yang berlubang juga ditemukan di lokasi kejadian. Menurutnya, pengakuan dari kernet bus semakin menguatkan dugaan bahwa sopir sempat kehilangan kendali hingga kendaraan masuk ke jalur yang berlawanan.

“Namun sementara pengakuan dari kernet bahwa si sopir ini hilang kendali sehingga membanting ke arah kanan sisi berlawanan, begitu untuk sementara,” ujar Kombes Pol. Rendy Surya.

Pihak kepolisian memastikan bahwa penyelidikan terhadap kecelakaan maut tersebut masih terus berjalan untuk dapat memastikan penyebab utama dari insiden yang mengguncang Sumatera Selatan ini.