Hantavirus Menular Lewat Udara dan Cara Penularannya ke Manusia

oleh -6 Dilihat
Hantavirus Menular Lewat Udara dan Cara Penularannya ke Manusia

KabarDermayu.com – Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul laporan penyebaran virus tersebut di kapal pesiar MV Hondius. Penyakit yang berasal dari hewan pengerat ini memang tergolong langka, namun dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru dan ginjal jika tidak ditangani dengan cepat.

Sejumlah otoritas kesehatan internasional seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan World Health Organization (WHO) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap area yang berpotensi menjadi sarang tikus. Scroll untuk info lebih lanjut…

Pasalnya, banyak orang tidak sadar bahwa aktivitas sederhana seperti membersihkan gudang, loteng, atau ruangan lama ternyata bisa meningkatkan risiko paparan hantavirus.

Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang dibawa oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Virus ini dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) maupun Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), tergantung jenis virus dan wilayah penyebarannya.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara penularan hantavirus ke manusia? Berikut penjelasannya, sebagaimana dirangkum dari situs CDC, Jumat, 8 Mei 2026.

Cara Penularan Hantavirus yang Perlu Diwaspadai

1. Menghirup udara yang terkontaminasi kotoran tikus

Cara penularan hantavirus yang paling umum adalah melalui udara yang telah terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengering. Saat area yang kotor disapu atau dibersihkan, partikel virus bisa beterbangan dan tanpa sadar terhirup oleh manusia.

Risiko penularan biasanya meningkat di ruangan tertutup dengan ventilasi buruk, seperti gudang, loteng, rumah kosong, kabin, hingga bangunan lama yang jarang dibersihkan. Proses aerosol atau penyebaran partikel kecil di udara menjadi jalur utama penyebaran hantavirus pada manusia.

Baca juga: Rusia Siapkan Ribuan Drone Canggih untuk Bantu Iran, Dokumen Rahasia Bocor

2. Menyentuh benda yang terkena urine atau air liur tikus

Virus juga bisa masuk ke tubuh saat seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi cairan tubuh tikus, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan. Karena itu, kebersihan tangan menjadi faktor penting dalam mencegah penularan hantavirus. Anda disarankan menggunakan sarung tangan dan disinfektan saat membersihkan area yang dicurigai menjadi sarang tikus.

3. Gigitan atau cakaran tikus

Meski lebih jarang terjadi, hantavirus juga dapat menular melalui gigitan atau cakaran tikus yang terinfeksi. Risiko ini lebih tinggi pada orang yang sering kontak langsung dengan hewan pengerat, seperti petugas kebersihan, pekerja gudang, atau peneliti hewan.

Jika mengalami gigitan tikus, Anda disarankan segera membersihkan luka dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mengurangi risiko infeksi.

4. Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi

Makanan atau minuman yang terkena urine, air liur, maupun kotoran tikus juga bisa menjadi sumber penyebaran hantavirus. Hal ini biasanya terjadi jika makanan disimpan di tempat terbuka atau area yang tidak higienis.

Untuk mencegah risiko tersebut, simpan makanan dalam wadah tertutup rapat dan hindari meninggalkan sisa makanan yang bisa mengundang tikus masuk ke rumah.

5. Paparan saat membersihkan ruangan lama

Banyak kasus hantavirus terjadi setelah seseorang membersihkan ruangan yang lama tidak dipakai. Saat debu bercampur kotoran tikus beterbangan di udara, virus dapat dengan mudah masuk ke saluran pernapasan.

CDC menyarankan agar masyarakat tidak langsung menyapu area yang dipenuhi kotoran tikus. Sebaiknya semprotkan cairan disinfektan terlebih dahulu untuk mengurangi partikel virus di udara.

6. Penularan dari manusia ke manusia, apakah bisa?

Sebagian besar jenis hantavirus tidak menular antarmanusia. Namun WHO mencatat bahwa Andes virus yang ditemukan di Amerika Selatan pernah menunjukkan kasus penularan terbatas antar manusia, terutama pada kontak sangat dekat seperti pasangan atau anggota keluarga serumah.

Kasus terbaru yang dikaitkan dengan kapal pesiar MV Hondius juga membuat otoritas kesehatan dunia menyelidiki kemungkinan penyebaran Andes virus. Meski begitu, WHO menegaskan risiko penularan luas ke masyarakat umum masih tergolong rendah.

Intinya, menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus, serta menggunakan perlindungan saat membersihkan area kotor menjadi langkah penting untuk mencegah penularan hantavirus.