Hantavirus Mengancam Penumpang Kapal Pesiar Mewah, Riwayat Istri Aktor Ternyata Pernah Terinfeksi

oleh -6 Dilihat
Hantavirus Mengancam Penumpang Kapal Pesiar Mewah, Riwayat Istri Aktor Ternyata Pernah Terinfeksi

KabarDermayu.com – Wabah virus langka kembali menjadi perhatian dunia internasional. Kali ini, sorotan tertuju pada kapal pesiar mewah MV Hondius yang dilaporkan menjadi lokasi penyebaran hantavirus mematikan.

Hantavirus, virus yang dikenal berbahaya, diduga menyebar melalui tikus di kapal pesiar yang sedang berlayar di Samudra Atlantik tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat setidaknya delapan kasus terkait wabah ini.

Dari delapan kasus tersebut, lima di antaranya telah terkonfirmasi positif terinfeksi hantavirus. Sementara itu, tiga kasus lainnya masih berstatus suspek. Tragisnya, tiga orang dilaporkan telah meninggal dunia akibat virus ini.

Hantavirus dapat menular kepada manusia melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi. Dalam kondisi tertentu, partikel virus ini dapat menyebar melalui udara dan terhirup oleh manusia.

Kasus di kapal pesiar MV Hondius ini mengingatkan kembali publik pada peristiwa kematian Betsy Arakawa, istri dari aktor Hollywood Gene Hackman. Kematian Betsy sempat menghebohkan dunia hiburan internasional.

Menurut laporan dari Entertainment Weekly, Betsy Arakawa dinyatakan meninggal dunia akibat Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Peristiwa tersebut terjadi di kediamannya di Santa Fe, New Mexico, pada Februari 2025.

Dalam kasus yang berbeda, Gene Hackman, suami Betsy, dilaporkan meninggal karena penyakit kardiovaskular yang diperparah oleh komplikasi Alzheimer. Namun, fokus utama dalam konteks ini adalah infeksi hantavirus yang dialami istrinya.

Penyelidikan yang dilakukan oleh aparat setempat di rumah pasangan tersebut menemukan adanya sarang tikus. Selain itu, ditemukan pula jejak kotoran hewan pengerat yang diyakini menjadi sumber utama penyebaran virus mematikan itu.

Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sangat Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Meskipun sama-sama terkait dengan hantavirus, pola penyebaran kasus di MV Hondius disebut memiliki perbedaan dengan kasus Betsy Arakawa. Pada kasus Betsy, penularan diduga terjadi secara langsung dari lingkungan rumah yang terkontaminasi tikus.

Sementara itu, wabah di kapal pesiar MV Hondius mulai terdeteksi setelah kapal tersebut berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada tanggal 1 April 2026. Korban pertama dilaporkan meninggal dunia pada 11 April, ketika kapal masih berada di tengah pelayaran.

Situasi menjadi semakin mengkhawatirkan ketika kapal MV Hondius sempat bersandar di St. Helena pada tanggal 24 April. Sejumlah penumpang dilaporkan turun ke daratan bersama jenazah korban, yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyebaran virus lebih luas.

Tidak lama setelah itu, korban kedua dilaporkan meninggal dunia di Afrika Selatan. Kematian tersebut terjadi setelah penumpang tersebut melakukan perjalanan udara dari pelabuhan St. Helena. Korban ketiga meninggal dunia di atas kapal pada tanggal 2 Mei.

Hingga saat ini, kapal pesiar MV Hondius masih berada di bawah pengawasan ketat dari otoritas kesehatan internasional. Kapal tersebut dijadwalkan untuk menuju Tenerife di Kepulauan Canary.

Setibanya di Tenerife, kapal akan menjalani pemeriksaan medis lanjutan. Penanganan terhadap para penumpang yang tersisa juga akan dilakukan di sana.

Kasus penyebaran hantavirus di kapal pesiar ini memicu kekhawatiran baru. Kekhawatiran ini terkait dengan ancaman penyakit zoonosis yang dapat terjadi di ruang tertutup, seperti kapal pesiar.

Kekhawatiran ini semakin meningkat, terutama setelah mobilitas internasional kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir pasca pandemi global.