KabarDermayu.com – Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian publik setelah muncul laporan penyebaran penyakit tersebut di sejumlah negara. Banyak orang mulai khawatir karena virus ini disebut memiliki tingkat fatalitas cukup tinggi dan gejalanya bisa berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan serius.
Tidak sedikit pula yang bertanya apakah hantavirus dapat menular dari manusia ke manusia seperti flu atau COVID-19. Kekhawatiran tersebut memang wajar. Apalagi, hantavirus dikenal sebagai penyakit zoonosis yang berasal dari hewan pengerat, terutama tikus liar.
Virus tersebut dapat masuk ke tubuh manusia melalui udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Meski begitu, fakta mengenai penularan antarmanusia ternyata tidak sesederhana yang beredar di media sosial.
Melansir dari situs CDC, berikut fakta penting soal hantavirus yang perlu Anda ketahui.
1. Mayoritas hantavirus tidak menular antarmanusia
Sebagian besar jenis hantavirus diketahui tidak mudah menyebar dari manusia ke manusia. Penularan utamanya justru berasal dari paparan hewan pengerat yang membawa virus tersebut.
Seseorang bisa terinfeksi ketika menghirup partikel virus dari debu yang tercampur urine atau kotoran tikus. Selain itu, penularan juga dapat terjadi saat menyentuh benda terkontaminasi lalu memegang hidung atau mulut tanpa mencuci tangan.
Karena itu, kasus hantavirus lebih sering ditemukan pada orang yang tinggal atau bekerja di area dengan populasi tikus tinggi, seperti gudang, peternakan, perkebunan, hingga area hutan.
2. Ada jenis hantavirus yang bisa menular antar manusia
Meski sebagian besar tidak menular antarmanusia, ada satu strain yang menjadi pengecualian, yakni Andes virus. Jenis ini ditemukan di wilayah Amerika Selatan dan pernah dikaitkan dengan penularan antar manusia melalui kontak erat.
Penularan biasanya terjadi pada anggota keluarga, pasangan, atau orang yang memiliki kontak intens dalam waktu lama dengan pasien terinfeksi. Namun, para ahli menilai kasus seperti ini tergolong jarang.
Hingga kini, penularan Andes virus belum menunjukkan pola penyebaran masif seperti virus pernapasan lainnya. Karena itu, risiko wabah besar akibat penularan antarmanusia masih dinilai rendah.
3. Tikus tetap menjadi sumber utama penularan
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat menyebut hewan pengerat tetap menjadi sumber utama penyebaran hantavirus. Jenis tikus yang membawa virus berbeda-beda tergantung wilayah geografisnya.
Baca juga: Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz untuk Jaga Keamanan Pelayaran
Virus dapat bertahan di lingkungan tertutup, terutama area lembap dan jarang dibersihkan. Risiko meningkat ketika seseorang membersihkan ruangan penuh kotoran tikus tanpa perlindungan karena partikel virus bisa beterbangan di udara.
Itulah sebabnya kebersihan rumah dan lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah penularan hantavirus.
4. Gejala awal hantavirus mirip flu biasa
Salah satu alasan hantavirus berbahaya adalah karena gejala awalnya sering dianggap penyakit ringan. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami:
- demam
- nyeri otot
- sakit kepala
- tubuh lemas
- mual dan muntah
- nyeri perut
Dalam beberapa kasus, kondisi dapat berkembang menjadi sesak napas berat akibat gangguan paru-paru. Jika tidak segera ditangani, hantavirus bisa menyebabkan gagal napas dan kematian. Karena itu, Anda perlu waspada bila mengalami gejala tersebut setelah kontak dengan area yang banyak tikus.
5. Belum ada obat khusus untuk hantavirus
Sampai saat ini belum tersedia obat antivirus khusus untuk mengobati hantavirus. Penanganan medis umumnya dilakukan dengan terapi suportif, seperti pemberian oksigen, cairan, dan perawatan intensif bila pasien mengalami gangguan pernapasan berat.
Deteksi dini menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien. Semakin cepat penderita mendapatkan penanganan medis, risiko komplikasi serius bisa ditekan.
6. Cara pencegahan paling efektif adalah menghindari paparan tikus
Karena sumber utama penularan berasal dari hewan pengerat, langkah pencegahan terbaik adalah menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas tikus.
Beberapa cara yang bisa Anda lakukan antara lain:
- menutup akses masuk tikus ke rumah
- menyimpan makanan di tempat tertutup
- rutin membersihkan area lembap dan gudang
- menggunakan masker saat membersihkan kotoran tikus
- mencuci tangan setelah membersihkan area berisiko
Selain itu, hindari menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel virus beterbangan di udara. Disarankan menggunakan cairan disinfektan terlebih dahulu sebelum membersihkannya.
Meski kasus penularan antarmanusia pada hantavirus memang pernah ditemukan, mayoritas jenis virus ini tetap berasal dari paparan tikus yang terinfeksi. Sebab itu, menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan hewan pengerat menjadi langkah utama untuk melindungi diri dari infeksi hantavirus.





