Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz untuk Jaga Keamanan Pelayaran

oleh -4 Dilihat
Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz untuk Jaga Keamanan Pelayaran

KabarDermayu.com – Kementerian Pertahanan Inggris pada Sabtu, 9 Mei 2026, mengerahkan sebuah kapal tempur ke Timur Tengah sebagai persiapan menghadapi kemungkinan misi internasional yang bertujuan melindungi pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Kapal penghancur Tipe 45, HMS Dragon, yang sebelumnya ditempatkan di Laut Mediterania timur dekat Siprus, akan bersiaga di kawasan tersebut. Kapal ini siap berpartukisipasi dalam inisiatif maritim Inggris-Prancis jika kondisi memungkinkan.

Rencana misi ini, yang mendapat dukungan dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, berfokus pada upaya menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan, “Kami dapat memastikan bahwa HMS Dragon akan dikerahkan ke Timur Tengah untuk bersiaga menjelang kemungkinan pelaksanaan misi multinasional dalam rangka melindungi pelayaran internasional, saat kondisi memungkinkan untuk melintas di Selat Hormuz.” Pernyataan ini dikutip dari Antara pada Minggu, 10 Mei 2026.

Dia menambahkan bahwa pra-penempatan HMS Dragon merupakan bagian dari perencanaan strategis. Hal ini memastikan kesiapan Inggris sebagai bagian dari koalisi multinasional yang dipimpin bersama oleh Inggris dan Prancis.

“Untuk mengamankan selat tersebut,” ujarnya, menekankan tujuan utama dari pengerahan ini.

Ketegangan di kawasan tersebut dilaporkan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk Persia.

Konflik ini menyebabkan gangguan signifikan terhadap pelayaran di Selat Hormuz. Gencatan senjata akhirnya disepakati pada 8 April 2026, berkat mediasi Pakistan. Namun, tahap pertama perundingan damai di Islamabad pada 11 April gagal mencapai kesepakatan jangka panjang.

Presiden AS saat itu, Donald Trump, kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan. Langkah ini bertujuan memberikan waktu bagi semua pihak untuk mencari solusi konflik secara permanen melalui jalur diplomasi.

Namun, sejak 13 April, Amerika Serikat telah memblokade lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut. Pada Selasa, 5 Mei 2026, Trump mengumumkan penundaan sementara pelaksanaan “Project Freedom”. Tujuannya adalah untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Baca juga: Bruno Fernandes Cetak Sejarah di Manchester United, Raih Penghargaan Setelah 16 Tahun

“Blokade AS terhadap Iran akan tetap dilanjutkan,” ujar Trump, menegaskan komitmennya terhadap kebijakan tersebut. (Ant).