Trump Ancam Perluas Operasi Militer di Selat Hormuz Jika Diplomasi dengan Iran Gagal

oleh -5 Dilihat
Trump Ancam Perluas Operasi Militer di Selat Hormuz Jika Diplomasi dengan Iran Gagal

KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman serius terkait potensi peningkatan aksi militer di Selat Hormuz jika negosiasi dengan Iran menemui jalan buntu.

Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil langkah yang berbeda jika kesepakatan dengan Iran tidak tercapai.

“Kita akan menempuh jalur berbeda jika semuanya tidak disepakati dan diselesaikan,” ujar Trump, sebagaimana dikutip pada Minggu, 10 Mei 2026.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan Amerika Serikat kembali menjalankan operasi yang disebut Project Freedom, Trump memberikan jawaban yang mengindikasikan hal tersebut masih merupakan opsi yang terbuka.

“Saya rasa tidak,” jawab Trump, namun ia menambahkan bahwa langkah tersebut masih sangat mungkin dilakukan.

Baca juga: Hiasan Rumah yang Dilarang dalam Islam

Presiden Trump mengungkapkan bahwa Pakistan, yang bertindak sebagai mediator dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, telah meminta agar Amerika Serikat tidak melanjutkan operasi militernya.

“Kita mungkin akan kembali ke Project Freedom jika semuanya tidak berjalan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Trump mengisyaratkan bahwa operasi tersebut dapat berkembang menjadi “Project Freedom Plus,” yang berarti cakupan operasi akan diperluas. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai langkah-langkah tambahan yang dimaksud.

Direncanakan, perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dapat kembali digelar di Islamabad, ibu kota Pakistan, paling cepat pada pekan depan.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa kedua belah pihak, bersama dengan pihak mediator, tengah berupaya untuk merumuskan sebuah nota kesepahaman yang ringkas, terdiri dari satu halaman dan 14 poin.

Nota kesepahaman tersebut diharapkan dapat menetapkan kerangka kerja untuk negosiasi yang akan berlangsung selama satu bulan, dengan tujuan utama mengakhiri ketegangan yang ada.

Rancangan dokumen itu sendiri akan mencakup berbagai isu krusial, termasuk pembahasan mengenai program nuklir Iran, upaya meredakan ketegangan di Selat Hormuz, serta kemungkinan transfer cadangan uranium yang diperkaya milik Iran ke negara lain.

Namun, laporan tersebut juga menyoroti bahwa beberapa isu utama masih belum terselesaikan dan berpotensi menjadi penghalang negosiasi.

Salah satu isu yang masih menjadi perdebatan adalah tingkat pengurangan sanksi yang akan diberlakukan terhadap Iran, yang dinilai berpotensi menghambat kemajuan perundingan.

Jika perundingan berhasil mencapai kemajuan yang signifikan, masa satu bulan awal tersebut dapat diperpanjang, namun hal ini akan bergantung pada kesepakatan bersama antara kedua belah pihak.