KabarDermayu.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, melakukan serangkaian pertemuan diplomatik penting dengan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, dan Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, pada pekan ini. Kunjungan ini bertujuan untuk meredakan ketegangan hubungan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan kedua pemimpin tersebut.
Sebelumnya, Donald Trump telah melontarkan kritik tajam terhadap Paus Leo XIV, menudingnya membela Iran. Kritik Trump kepada pemimpin umat Katolik dunia ini kemudian menuai respons keras dari Giorgia Meloni, yang juga menyatakan ketidaksetujuannya.
Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Marco Rubio tidak dapat memberikan jaminan pasti mengenai perbaikan hubungan antara Amerika Serikat dengan Italia dan Vatikan. Saat memberikan keterangan kepada awak media pada Jumat sore waktu setempat, Rubio menyatakan bahwa Donald Trump kemungkinan besar akan tetap menyuarakan kritiknya terhadap Meloni maupun Paus Leo jika pandangan mereka tidak sejalan dengan kebijakan Amerika Serikat terkait Iran dan isu-isu lainnya.
“Presiden akan selalu berbicara secara terbuka tentang pandangannya terhadap Amerika Serikat dan kebijakan AS. Presiden Amerika Serikat akan selalu bertindak berdasarkan kepentingan terbaik bagi Amerika Serikat,” ujar Rubio ketika ditanya apakah ia akan menyarankan Trump untuk mengurangi serangan verbalnya, seperti dikutip dari laman Washington Post pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Pernyataan Rubio tersebut memberikan gambaran realistis mengenai situasi yang ada, sekaligus mengakhiri kunjungannya yang sebelumnya digambarkan oleh Kementerian Luar Negeri AS sebagai perjalanan yang penuh kehangatan dan hubungan kolegial. Media-media Italia juga menafsirkan kunjungan ini sebagai upaya Washington untuk memperbaiki hubungan diplomatik, terutama setelah Trump dalam beberapa pekan terakhir menyebut Meloni dan Paus Leo sebagai sosok yang lemah karena dianggap menjaga jarak dari perang yang dilakukan Amerika Serikat melawan Iran.
Marco Rubio, yang dikenal sebagai penganut Katolik taat, didampingi oleh istrinya dalam pertemuan di Vatikan pada hari Kamis. Ia juga ditemani oleh beberapa staf lamanya dan Sergio Gor, yang menjabat sebagai duta besar Trump untuk India sekaligus teman dekat Rubio.
Dalam pertemuan tersebut, Rubio memberikan sebuah hadiah berupa bola sepak kristal yang berlogo Departemen Luar Negeri AS kepada Paus Leo. Sebagai balasan, Paus Leo memberikan sebuah pena yang terbuat dari ranting zaitun, dan menyebutnya sebagai simbol perdamaian.
Baca juga: Terapi Konvensional Ditinggalkan, Beralih ke Metode Modern untuk Atasi Nyeri
Sementara itu, pada hari Jumat, Giorgia Meloni memberikan hadiah yang cukup unik kepada Rubio. Ia menyerahkan dokumen mengenai asal-usul keluarga Rubio di Italia. Penyerahan dokumen ini dilakukan di Kementerian Luar Negeri Italia, di bawah pengawasan Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani.
Pejabat Italia menjelaskan bahwa penghormatan ini merupakan pengakuan atas sejarah keluarga Rubio yang berasal dari wilayah Piedmont di barat laut Italia. Namun, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak memberikan kewarganegaraan Italia, baik secara kehormatan maupun legal.
Dalam sebuah upacara resmi, Antonio Tajani, Presiden Wilayah Piedmont Alberto Cirio, dan Wali Kota Casal Monferrato Emanuele Capra, menyerahkan silsilah keluarga dan dokumen hasil penelitian dari arsip kota serta gereja. Dokumen-dokumen tersebut mengonfirmasi sejarah keluarga Italia milik Rubio. Selain itu, Rubio juga menerima sejumlah hadiah khas dari wilayah Piedmont.
Dalam sambutan singkatnya, Rubio menyatakan bahwa ia merasa sangat terhormat menerima dokumen tersebut. Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ke Piedmont akan menjadi alasan tambahan baginya untuk kembali ke Italia.
Marco Rubio bahkan sempat bercanda bahwa pada kunjungan berikutnya, ia akan berpidato menggunakan bahasa Italia. “Saya perlu belajar bahasa ketiga,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurutnya, bahasa Italia akan menjadi bahasa yang paling mudah dipelajari, mengingat ia sudah mahir berbahasa Spanyol.





