Pemprov DKI Imbau Warga Hindari Plastik untuk Daging Kurban

oleh -5 Dilihat
Pemprov DKI Imbau Warga Hindari Plastik untuk Daging Kurban

KabarDermayu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengeluarkan imbauan kepada warga dan seluruh panitia penyelenggara pemotongan hewan kurban. Imbauan ini menekankan agar tidak menggunakan plastik sekali pakai, terutama yang berwarna hitam, untuk membungkus daging kurban. Hal ini dikarenakan plastik jenis tersebut dinilai tidak ramah lingkungan dan berpotensi menambah timbulan sampah.

Ketua Subkelompok Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, RM Aldin Praka, menyampaikan hal ini dalam sebuah acara daring di Jakarta pada hari Selasa. Ia menyoroti bahwa masih banyak praktik pembungkusan daging kurban yang menggunakan plastik, yang pada akhirnya akan menjadi sampah.

Baca juga: Ratusan Pekerja IT Kena PHK Akibat Restrukturisasi Industri Otomotif

Sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan, Pemprov DKI Jakarta menyarankan penggunaan wadah seperti besek bambu yang terbuat dari anyaman, daun pisang, atau wadah makanan yang dapat digunakan berulang kali. Wadah-wadah ini dapat dibawa sendiri oleh para penerima daging kurban.

Aldin Praka menekankan pentingnya memilih wadah yang berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa penggunaan wadah anyaman, yang sebenarnya sudah disosialisasikan sejak tahun sebelumnya, atau wadah pribadi milik penerima, merupakan pilihan yang lebih baik. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, terutama pencemaran.

Lebih lanjut, Aldin juga meminta agar para panitia penyelenggara pemotongan hewan kurban turut berperan aktif. Mereka diharapkan dapat mensosialisasikan penggunaan wadah ramah lingkungan ini kepada masyarakat yang menerima daging kurban. Edukasi ini penting agar prinsip keberlanjutan dapat diterapkan secara luas.

Imbauan yang dikeluarkan kali ini sebenarnya merupakan pengulangan dari kebijakan yang telah disuarakan oleh Pemprov DKI Jakarta dua tahun sebelumnya. Pada saat itu, Pemprov telah memperkenalkan konsep “Eco Qurban” sebagai pedoman dalam pelaksanaan ibadah kurban saat Idul Adha.

Konsep “Eco Qurban” sendiri merujuk pada praktik pelaksanaan pemotongan hewan kurban yang mengedepankan prinsip perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pelaksanaan ini dilakukan secara langsung di lokasi pemotongan hewan kurban (on-site) dengan tujuan utama untuk meminimalisir potensi pencemaran lingkungan yang timbul dari aktivitas tersebut.

Salah satu aspek penting yang diatur dalam prinsip “Eco Qurban” adalah penggunaan kemasan yang ramah lingkungan untuk pembagian daging kurban. Pilihan seperti besek bambu, daun pisang, atau wadah makanan pribadi yang dapat digunakan berulang kali sangat dianjurkan, sebagai pengganti penggunaan plastik sekali pakai yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan.