Puan Ingatkan Bahaya Hantavirus yang Tak Boleh Dianggap Enteng

oleh -4 Dilihat
Puan Ingatkan Bahaya Hantavirus yang Tak Boleh Dianggap Enteng

KabarDermayu.com – Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai penyebaran Hantavirus. Ia menekankan agar potensi virus ini tidak dianggap remeh hingga meluas seperti pandemi COVID-19.

“Jangan sampai kemudian nanti menganggap hal ini hal yang tidak perlu diantisipasi dan dimitigasi, kemudian menjadi luas dan melebar dan terjadi hal yang tidak diinginkan dan menjadi seperti yang terjadi di waktu terjadi di COVID,” ujar Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Puan Maharani, yang juga Ketua DPP PDIP, berpendapat bahwa segala bentuk virus yang berpotensi menular luas atau mudah menyebar harus diantisipasi sejak dini, termasuk dengan memperketat pintu-pintu pencegahan.

“Apapun hal-hal yang kemudian virus-virus yang nantinya bisa meluas dan melebar atau tercemar dengan mudah, ya sebaiknya sudah diantisipasi dari awal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Puan menyatakan bahwa pihaknya akan menggelar rapat dengan para pemangku kepentingan terkait untuk meminta penjelasan mengenai upaya pencegahan Hantavirus.

Baca juga: Pemerintah Pertimbangkan Kenaikan Pajak, Industri Tembakau Berharap Cukai Ikut Naik

“Karena hari ini baru pembukaan sidang di DPR, nanti tentu saja komisi yang terkait kami akan minta untuk meminta penjelasan dari stakeholder yang terkait untuk melakukan pencegahan-pencegahan atau antisipasi terkait dengan hal tersebut,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memastikan penguatan sistem skrining dan pengawasan kesehatan guna menghadapi potensi ancaman Hantavirus. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan kasus Hantavirus yang terjadi di sebuah kapal pesiar. Menurutnya, penyebaran virus tersebut masih terkonsentrasi di area kapal dan belum meluas ke berbagai negara.

“Memang itu masih terkonsentrasi di kapal itu. Jadi belum menyebar kemana-mana. Yang kita lakukan kita mempersiapkan agar screening-nya kita punya,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, pada Kamis, 7 Mei 2026.

Budi merinci bahwa bentuk skrining yang dipersiapkan pemerintah dapat berupa tes cepat (rapid test), serupa yang digunakan saat pandemi COVID-19, atau melalui penggunaan reagen pada mesin PCR untuk mendeteksi infeksi Hantavirus.