Iran Tingkatkan Pengayaan Uranium Jika Diserang AS-Israel

oleh -7 Dilihat
Iran Tingkatkan Pengayaan Uranium Jika Diserang AS-Israel

KabarDermayu.com – Iran kembali melontarkan ancaman serius kepada Amerika Serikat dan Israel. Juru bicara Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Iran menyatakan bahwa negaranya akan meningkatkan pengayaan uranium hingga 90 persen jika kembali menjadi sasaran serangan dari AS dan Israel.

Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Ebrahim Rezaei melalui unggahan di platform media sosial X. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut akan dibahas dan diputuskan di parlemen Iran.

Peringatan ini datang di tengah memanasnya ketegangan regional yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut berujung pada balasan dari Teheran terhadap Israel dan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, serta penutupan Selat Hormuz.

Perundingan untuk mencapai gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan mulai berlaku pada 8 April. Namun, upaya perundingan yang digelar di Islamabad tersebut belum berhasil mencapai kesepakatan permanen. Gencatan senjata kemudian diperpanjang tanpa batas waktu yang jelas oleh Presiden AS Donald Trump.

Pada hari Minggu, Iran telah menyampaikan responsnya kepada Pakistan mengenai proposal perdamaian dari AS. Akan tetapi, Presiden Trump menolak jawaban tersebut dan menganggapnya sebagai sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima.

AS Sebut Gencatan Senjata dengan Iran dalam Kondisi Kritis

Baca juga: Indodax Tekankan Perlindungan Konsumen di Tengah Keterbukaan Finansial Digital

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menilai bahwa gencatan senjata dengan Iran saat ini berada dalam kondisi yang sangat genting. Ia juga tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk kembali mengerahkan pengawalan militer dari Angkatan Laut AS bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengakhiri blokade yang dilakukan Iran di Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa dirinya tidak berada di bawah tekanan politik domestik untuk segera mencapai sebuah kesepakatan.

“Saya akan menyebut situasinya sekarang sangat lemah, setelah membaca sampah yang mereka kirimkan kepada kami bahkan saya tidak menyelesaikan membacanya. Saya akan bilang gencatan senjata itu sekarang berada di alat bantu hidup tingkat kritis, seperti dokter yang masuk dan berkata ‘Tuan, orang yang Anda cintai hanya punya peluang hidup sekitar 1 persen’,” kata Trump, mengutip dari laman The Guardian, Selasa 12 Mei 2026.

Pekan sebelumnya, AS telah mengirimkan serangkaian syarat kepada Iran dengan tujuan meredakan konflik. Syarat-syarat tersebut sebagian besar berkaitan dengan upaya pencegahan Teheran memperluas program nuklirnya.

Namun, pada akhir pekan, Iran mengirimkan proposal balasan yang langsung ditolak oleh Trump. Trump juga menghentikan Project Freedom setelah berjalan kurang dari dua hari. Ia menyatakan penghentian ini sebagai upaya untuk memberikan waktu bagi Iran dalam merespons proposal damai dari AS.