KabarDermayu.com – Sebuah video yang beredar luas di media sosial menunjukkan momen kurang pantas saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Jember. Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan, BPJS, dan para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jember.
Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas seorang anggota DPRD Jember yang mengenakan peci dan jas hitam tampak tidak fokus pada jalannya diskusi penting. Alih-alih menyimak paparan mengenai masalah stunting, ia justru asyik bermain permainan di ponselnya.
Aksi tidak profesional ini semakin disorot karena anggota dewan tersebut juga kedapatan merokok di dalam ruangan rapat yang tertutup. Sikapnya yang santai saat isu serius seperti stunting dibahas menuai kecaman dari berbagai kalangan.
Baca juga: Kenaikan Harga Rumah Melambat di 2026, Pertanda Sektor Properti Lesu?
Teks dalam unggahan video tersebut menekankan pentingnya pembahasan stunting, dengan narasi, “DPRD JEMBER: JANGAN SAMPAI ADA POLITISASI STUNTING. RDP Komisi B DPRD Jember bersama dinas kesehatan, BPJS, dan Kepala Puskesmas se Kabupaten Jember, 11/5/2026.”
Identitas Anggota Dewan yang Bersangkutan
Setelah ditelusuri, anggota DPRD Jember yang terekam dalam video tersebut diketahui bernama Achmad Syahri As Siddiqi, atau yang akrab disapa Ra Syahri. Ia merupakan anggota dewan termuda di DPRD Jember, berusia 25 tahun, dan baru saja dilantik untuk periode 2024-2029.
Achmad Syahri diketahui merupakan putra dari Achmad Fadil Muzakki Syah, mantan anggota DPR RI yang populer disapa Ra Fadil.
Reaksi Keras dari Publik
Aksi anggota dewan tersebut sontak memicu gelombang kritik tajam dari para pengguna media sosial. Banyak yang menyayangkan sikapnya yang dianggap tidak mencerminkan profesionalisme wakil rakyat.
Salah satu komentar pedas berbunyi, “Main game saat rapat, ngerokok di ruangan tertutup dan ber-ac keren sekali.” Komentar lain menyindir, “Pembahasan rapat beserta contoh kasus status stuntingnya sudah tepat.”
Kekecewaan juga diungkapkan melalui komentar lain yang mempertanyakan representasi publik, “Judulnya: jangan ada politisasi angka stunting tapi orang-orang notice orang yang ikut rapat main game dan ngerokok. Kayak begini model yang mewakili rakyat?”





