Petrokimia Gresik Pastikan Stok Pupuk untuk Musim Tanam 2026

oleh -6 Dilihat
Petrokimia Gresik Pastikan Stok Pupuk untuk Musim Tanam 2026

KabarDermayu.com – PT Petrokimia Gresik, salah satu anggota holding BUMN Pupuk Indonesia, telah mempersiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 219.648 ton. Kesiapan ini bertujuan untuk mengawal musim tanam yang dijadwalkan pada tahun 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyatakan bahwa ketersediaan stok pupuk ini menjadi indikator penting kesiapan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi. Selain itu, ini juga menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani di tengah dinamika global yang memengaruhi rantai pasok bahan baku industri pupuk dunia.

“Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani selama musim tanam berlangsung,” kata Daconi dalam keterangan resminya pada Rabu, 13 Mei 2026.

Baca juga: AS Harus Terima Proposal Damai Iran atau Akan Gagal

Langkah-langkah strategis ini mencakup optimalisasi fasilitas produksi dan operasional perusahaan. Tujuannya adalah menjaga kontinuitas produksi pupuk dan memperkuat stok pupuk bersubsidi. Selain itu, dukungan terhadap jaringan distribusi nasional Pupuk Indonesia Group juga ditingkatkan agar pupuk dapat tersedia tepat waktu bagi petani.

Petrokimia Gresik juga terus memperkuat antisipasinya terhadap berbagai dinamika global. Hal ini penting mengingat potensi pengaruhnya terhadap rantai pasok bahan baku industri pupuk dunia.

“Perubahan kondisi global dan potensi gangguan jalur logistik internasional memang menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun, Petrokimia Gresik tetap berupaya optimal dalam memproduksi pupuk. Kami memastikan ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga,” ujarnya.

Daconi menambahkan bahwa sebagai langkah antisipasi, Petrokimia Gresik memperkuat strategi pengadaan bahan baku. Salah satu caranya adalah diversifikasi negara asal suplai phosphate rock, potash, dan sulphur. Optimalisasi pasokan sulphuric acid dari produksi dalam negeri juga terus dilakukan.

Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan kontrak pengadaan jangka panjang. Pengamanan stok bahan baku untuk kebutuhan 6 hingga 12 bulan ke depan juga dipercepat. Langkah ini krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi.

“Dari sisi operasional, Petrokimia Gresik memastikan kesiapan fasilitas produksi dan operasional perusahaan. Hal ini agar produksi pupuk tetap berjalan optimal dan mampu mendukung kebutuhan musim tanam nasional,” kata Daconi.

Per tanggal 10 Mei 2026, stok pupuk bersubsidi yang telah dipastikan ketersediaannya oleh Petrokimia Gresik untuk mendukung musim tanam meliputi: Urea bersubsidi sebanyak 32.054 ton, NPK Phonska sebanyak 166.324 ton, pupuk organik Petroganik sebesar 16.611 ton, ZA sebesar 2.720 ton, dan SP-36 sebesar 1.939 ton.

Daconi juga memastikan bahwa stok pupuk bersubsidi ini telah tersedia di jaringan distribusi Pupuk Indonesia. Pupuk tersebut siap disalurkan kepada penerima di PPTS (Penerima Pupuk pada Titik Serah) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kami berharap petani tidak perlu khawatir. Musim tanam April hingga September bisa dijalani dengan optimal,” pungkasnya.