Pasokan Beras Nasional Capai 5 Juta Ton, Apakah Aman?

oleh -5 Dilihat
Pasokan Beras Nasional Capai 5 Juta Ton, Apakah Aman?

KabarDermayu.com – Cadangan beras pemerintah (CBP) di Indonesia dilaporkan mencapai angka historis 5,28 juta ton pada Mei 2026. Angka ini diklaim sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah.

Pencapaian ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Aida S Budiman dalam acara peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Jawa. Acara tersebut diselenggarakan di Gudang Bulog Sidoarjo, Jawa Timur, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Menurut Aida, tingginya stok beras ini merupakan bagian krusial dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan mengendalikan inflasi nasional. Ia menegaskan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam sejarah.

Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa komponen pangan bergejolak, atau *volatile food*, tetap menjadi faktor signifikan dalam pembentukan angka inflasi. Dampaknya terasa lebih besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Aida merinci, bagi kelompok masyarakat dengan pendapatan rendah, pengeluaran untuk pangan bergejolak dapat menyumbang porsi yang sangat besar, mencapai 60 hingga 80 persen dari total pendapatan mereka.

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia (BI) bersama dengan pemerintah pusat dan daerah secara resmi meluncurkan GPIPS. Program ini merupakan penguatan dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang sudah ada sebelumnya.

Fokus utama GPIPS adalah pada penguatan pasokan pangan serta peningkatan efektivitas distribusi pangan antarwilayah di seluruh Indonesia.

Baca juga: Penggerebekan Markas Judi Online di Hayam Wuruk, Pramono Anung Tuntut Hukuman Berat bagi Pelaku

Aida menekankan pentingnya pengendalian inflasi pangan melalui penguatan pasokan. Pasokan yang memadai sangat esensial untuk memastikan tidak terjadi kesenjangan harga baik antarwaktu maupun antarwilayah.

Pemilihan Jawa Timur sebagai lokasi peluncuran GPIPS bukanlah tanpa alasan. Provinsi ini dinilai memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap ketahanan pangan nasional.

Jawa Timur merupakan produsen utama untuk berbagai komoditas pangan penting, termasuk padi, jagung, cabai, tebu, dan susu. Peranannya sangat vital dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Selain itu, Jawa Timur juga menjadi penopang utama distribusi pangan ke 19 provinsi di kawasan timur Indonesia. Sekitar 80 persen pasokan pangan ke wilayah tersebut berasal dari Jawa Timur.

Kapasitas gudang Bulog di Jawa Timur juga tercatat signifikan, mencapai sekitar 22,81 persen dari total kapasitas nasional. Hal ini menunjukkan kesiapan infrastruktur di wilayah tersebut.

Meskipun demikian, Aida mengingatkan bahwa tantangan dalam menjaga ketahanan pangan masih perlu diantisipasi secara serius. Perubahan iklim dan sifat musiman dari komoditas pangan menjadi dua faktor utama yang memerlukan perhatian.

Ia menambahkan bahwa BI akan terus berkomitmen untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas makroekonomi. Dukungan ini akan dilakukan melalui sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.