Akuatik DKI: Targetkan Olympian Baru di Short Course Emerging Series 2026

oleh -3 Dilihat
Akuatik DKI: Targetkan Olympian Baru di Short Course Emerging Series 2026

KabarDermayu.com – DKI Jakarta menunjukkan dominasinya dalam ajang Indonesia Short Course Emerging Series 2026, yang diselenggarakan di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, pada tanggal 4 hingga 6 Juni 2026. Ibu kota menurunkan kontingen terbesar, terdiri dari 200 atlet dari 19 klub renang, yang secara aktif berpartisipasi dalam kejuaraan ini.

Kejuaraan ini dirancang sebagai platform penting untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta renang masa depan Indonesia. Partisipasi besar dari Jakarta menggarisbawahi komitmen serius dalam pembinaan atlet renang, mulai dari jenjang usia dini hingga tingkat atlet elite.

Jumlah atlet yang berpartisipasi dalam ajang ini mencapai total 310 atlet, yang berasal dari 24 klub renang dari berbagai daerah di Indonesia. Dominasi kontingen Jakarta menjadi indikator kuat keseriusan mereka dalam upaya pembinaan.

Ketua Federasi Akuatik DKI Jakarta, Ade Jona Prasetyo, menyambut baik penyelenggaraan Indonesia Short Course Emerging Series. Menurutnya, turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi biasa, melainkan sebuah panggung strategis bagi para atlet muda untuk menampilkan potensi terbaik mereka secara maksimal.

“Sekitar 300 atlet turut serta dalam kompetisi ini. Yang paling krusial adalah kami berupaya keras menemukan bibit-bibit unggul. Kolam renang ini bukan hanya arena perlombaan, tetapi juga tempat terlahirnya impian para perenang muda Indonesia. Kami berharap, suatu saat nanti, mereka mampu mengibarkan bendera Merah Putih di kancah internasional,” ujar Ade Jona Prasetyo.

Ade Jona Prasetyo menekankan pentingnya sinkronisasi antara program pembinaan atlet yang dijalankan oleh Federasi Akuatik DKI Jakarta dengan program pemusatan latihan nasional (pelatnas). Hal ini bertujuan untuk memastikan proses pembinaan atlet berjalan secara berjenjang dan berkelanjutan.

“Kami berupaya agar seluruh program pembinaan di tingkat daerah selaras dengan program pelatnas. Sinkronisasi ini sangat vital untuk menciptakan sistem pembinaan yang kokoh dan berkesinambungan, mulai dari level daerah hingga menuju pencapaian tertinggi di Olimpiade,” jelasnya.

Atlet Tak Cukup Hanya Berlatih

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum I PB Akuatik Indonesia sekaligus Direktur Indonesia Short Course Emerging Series, Wisnu Wardhana, berpendapat bahwa Indonesia masih memerlukan lebih banyak kompetisi berkualitas. Hal ini penting untuk mempercepat proses lahirnya atlet-atlet renang berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

Wisnu Wardhana menjelaskan bahwa negara-negara yang secara konsisten meraih medali di tingkat dunia umumnya memiliki sistem kompetisi yang berjalan sepanjang tahun. Hal ini memungkinkan para atlet untuk terbiasa berkompetisi dalam suasana yang sangat kompetitif.

“Negara-negara yang berhasil di kancah dunia memiliki satu kesamaan utama, yaitu kalender kompetisi yang terstruktur dan berkesinambungan. Atlet tidak hanya fokus pada latihan harian, tetapi juga secara rutin mengukur kemampuan mereka melalui berbagai kejuaraan. Indonesia Short Course Emerging Series ini lahir dari semangat tersebut,” ujar Wisnu Wardhana.

Lebih lanjut, Wisnu Wardhana menegaskan bahwa tujuan utama dari kejuaraan ini bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menjadi juara. Namun, yang lebih penting adalah membangun sebuah jalur pembinaan yang jelas dan terarah bagi para atlet muda Indonesia.

“Kami ingin membangun sebuah ekosistem yang kuat. Atlet yang bertanding di sini harus melihat adanya jalur yang jelas menuju jenjang kompetisi berikutnya. Mulai dari kejuaraan nasional, kemudian masuk ke tim nasional, hingga akhirnya berkesempatan tampil membawa nama Indonesia di panggung dunia. Itulah visi besar yang ingin kami wujudkan melalui program ini,” ungkapnya.

Komitmen untuk mengembangkan renang Indonesia tidak berhenti pada seri perdana ini. PB Akuatik Indonesia telah merencanakan penyelenggaraan Indonesia Short Course Emerging Series edisi kedua. Seri kedua ini dijadwalkan akan kembali digelar pada penghujung tahun 2026, sebagai bagian integral dari upaya menjaga regenerasi atlet dan keberlanjutan prestasi renang nasional.