KabarDermayu.com – Generasi muda didorong untuk mengambil peran sebagai pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul dalam organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor.
Hal ini mengemuka dalam pembukaan Kepemimpinan Lanjut (KKL I) Pemuda Katolik 2026 yang diselenggarakan di Grand Safran Hotel, Pangkalpinang.
Kegiatan ini mengusung tema “Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif dalam Mengawal Pembangunan dan Akselerasi Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan.”
Sebanyak 107 peserta yang berasal dari 20 provinsi turut serta dalam forum kaderisasi tersebut. Acara dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, didampingi sejumlah tokoh gereja dan pendamping organisasi kepemudaan.
Dalam khotbahnya, Mgr. Sunarko menekankan bahwa model kepemimpinan yang dicontohkan oleh Yesus berakar pada proses pendampingan, pelayanan, dan keteladanan, bukan pada dominasi kekuasaan.
Ia mengingatkan bahwa setelah Yesus wafat, para murid sempat mengalami kepanikan dan kehilangan arah, dengan Petrus yang kembali menjadi nelayan bersama murid-murid lainnya.
Proses pembentukan para rasul, menurut Mgr. Sunarko, justru lahir dari pengalaman jatuh bangun yang kemudian membentuk mereka menjadi pemimpin yang siap melayani dan bersaksi.
Para rasul dibentuk melalui pengalaman bersama Yesus, bukan untuk bersaing memperebutkan kekuasaan, melainkan untuk melayani dan membawa harapan.
Pesan ini menjadi landasan utama dalam pelaksanaan KKL I tahun ini, yang menekankan pentingnya kepemimpinan muda yang inklusif, kolaboratif, dan memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial masyarakat.
Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan ruang penting untuk mencetak kader pemimpin yang siap berkontribusi bagi bangsa.
Pemuda Katolik memiliki semboyan “Pro Ecclesia et Patria” (Untuk Gereja dan Bangsa), dan oleh karena itu, mereka siap mendukung pembangunan serta berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Gusma menambahkan bahwa tantangan pembangunan saat ini memerlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan organisasi kepemudaan.
Kader Pemuda Katolik diharapkan hadir sebagai penggerak pembangunan sosial dan ekonomi di daerah masing-masing.
Sementara itu, Wakil Kepala BP BUMN, Aminudin Ma’ruf, menyoroti perlunya ruang tumbuh yang lebih luas bagi pelaku usaha muda dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurutnya, struktur bisnis yang terlalu luas pada perusahaan besar justru dapat membatasi ruang gerak ekonomi generasi muda.
Ia mempertanyakan di mana ruang bagi anak muda untuk berkembang jika perusahaan besar mendominasi semua sektor usaha.
Aminudin menjelaskan bahwa pemerintah sedang berupaya menyederhanakan entitas bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih fokus pada sektor inti, serta membuka peluang ekonomi yang lebih sehat bagi masyarakat.
Baca juga: PSBS Biak Takluk 5-2 dari Arema FC
Langkah ini dinilai sejalan dengan semangat KKL I dalam mendorong akselerasi ekonomi daerah yang berkelanjutan melalui penguatan potensi lokal.





