KabarDermayu.com – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Papua, untuk bersikap bijak dan tidak mudah terprovokasi terkait rencana pemutaran film dokumenter berjudul ‘Pesta Babi’. Film yang digarap oleh Dandhy Dwi Laksono ini dikhawatirkan dapat memicu distorsi informasi jika narasinya tidak berimbang.
Imbauan tersebut disampaikan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto. Ia menekankan pentingnya kecerdasan warga dalam memilah informasi yang diterima. Konten yang belum melalui proses sensor resmi berpotensi membawa narasi yang tidak seimbang dan dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Tri Purwanto menegaskan bahwa setiap karya film yang ditayangkan kepada publik harus mematuhi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Ini termasuk kewajiban untuk memiliki Sertifikat Lulus Sensor (SLS) dari Lembaga Sensor Film (LSF).
Oleh karena itu, menurutnya, pemutaran film yang belum memiliki sertifikasi resmi di ruang publik tidaklah tepat. Hal ini demi menjaga situasi keamanan dan stabilitas sosial di Papua yang sedang dalam upaya pembangunan.
Ia mengingatkan bahwa penyebaran narasi visual yang bersifat tendensius tanpa verifikasi dari otoritas berwenang dapat mengganggu keharmonisan sosial. Narasi sepihak berpotensi menimbulkan benturan antara masyarakat dengan program-program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan.
Kodam XVII/Cenderawasih menghimbau agar ruang diskusi dialihkan pada forum yang lebih edukatif, legal, dan konstruktif. Pihaknya akan terus memantau situasi guna memastikan ketertiban umum tetap terjaga.
Tri Purwanto mengajak seluruh elemen masyarakat Papua, termasuk tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda, untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah. Kehadiran TNI di Papua tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada dukungan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia memaparkan bahwa prajurit TNI secara aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial di Papua. Ini mencakup pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan hidup sehat, bantuan pendidikan bagi anak-anak di pedalaman, pembangunan fasilitas umum, serta dukungan terhadap program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: Kopdes Merah Putih Dorong Pemulihan Ekonomi Desa
Program-program tersebut merupakan wujud komitmen TNI untuk terus hadir bersama warga Papua. Pendekatan humanis dan penuh kepedulian dijalankan demi terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera.





