KabarDermayu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai respons positif dari asosiasi pengusaha, baik domestik maupun internasional, terkait pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).
Airlangga menyampaikan bahwa apresiasi ini muncul dalam sebuah pertemuan yang membahas sosialisasi devisa hasil ekspor dan mekanisme ekspor melalui DSI.
Ia menambahkan bahwa para pengusaha sangat menghargai kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah.
Menurut Airlangga, mayoritas asosiasi pengusaha telah menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah dan menyatakan kesiapan mereka untuk berkolaborasi dengan badan baru yang dibentuk ini.
Sebelumnya, Airlangga juga telah menginformasikan bahwa asosiasi industri secara umum memberikan sambutan baik terhadap pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).
Ia menjelaskan bahwa para asosiasi telah memahami tujuan dibentuknya DSI dan sedang dalam proses persiapan untuk implementasinya.
Lebih lanjut, Airlangga menyebutkan bahwa masukan dari para asosiasi juga mencakup pentingnya aspek transparansi dan kejelasan mengenai pembentukan serta struktur organisasi dari badan pengatur BUMN yang baru ini.
Sebelumnya lagi, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pihaknya telah menyerap berbagai masukan dan melakukan sosialisasi dengan asosiasi pengusaha komoditas strategis, seperti kelapa sawit dan paduan besi, terkait pembentukan PT DSI.
Rosan menambahkan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk mendengarkan masukan dari berbagai asosiasi, termasuk Kadin, Apindo, asosiasi sawit, APBI, dan asosiasi batu bara, sekaligus melakukan sosialisasi mengenai DSI.
Presiden Prabowo Subianto sendiri telah mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) terkait Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA) dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Dalam PP terbaru tersebut, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa BUMN akan ditunjuk sebagai eksportir tunggal untuk komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).
Baca juga: DPR Komisi VII Soroti Proyek Industri Strategis yang Tertunda
Presiden Prabowo menekankan bahwa penjualan seluruh hasil sumber daya alam tersebut, dimulai dari minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi, akan diwajibkan melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal.





