KabarDermayu.com – Tiga atlet panjat tebing putri Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan memastikan diri lolos ke babak final World Climbing Series Madrid 2026.
Prestasi ini diraih setelah mereka menunjukkan performa impresif pada babak kualifikasi yang diselenggarakan di Spanyol pada Minggu, 31 Mei 2026.
Dalam kompetisi yang diikuti oleh 48 atlet dari berbagai negara, ketiga srikandi Merah Putih berhasil melaju ke fase gugur. Mereka adalah Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, dan Berthidgna Devi Surya Kusuma.
Keberhasilan ini menjadi suntikan moral yang sangat berharga bagi kontingen Indonesia. Terlebih, mereka tengah berupaya bangkit pasca hasil yang kurang memuaskan pada seri sebelumnya di Wujiang, China.
Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali membuktikan dirinya sebagai andalan utama tim nasional. Atlet asal Bali ini tampil konsisten sepanjang babak kualifikasi, berhasil menempati posisi keempat dalam klasemen.
Ia mencatatkan waktu terbaik 6,58 detik saat menaklukkan jalur B. Meskipun pada percobaan di jalur A, waktunya sedikit melambat menjadi 7,81 detik, performanya tetap patut diapresiasi.
Rajiah Sallsabillah juga tak kalah menjanjikan. Atlet asal Banten ini berhasil mengamankan satu tempat di babak final, menuntaskan kualifikasi di peringkat kesembilan.
Rajiah membukukan catatan waktu 6,81 detik di jalur B. Sementara itu, pada percobaan di jalur A, ia mencatat waktu 9,24 detik.
Satu tiket final lainnya untuk Indonesia diraih oleh Berthidgna Devi Surya Kusuma. Meskipun lolos sebagai penghuni peringkat ke-16 atau batas akhir zona kelolosan, performanya tetap menunjukkan potensi yang besar.
Baca juga: Menggelar Bulan Bung Karno 2026 di Banten, Bonnie Triyana Kampanyekan Ajaran Sukarno
Berthidgna mencatat waktu 8,28 detik di jalur A, lalu berhasil memperbaikinya menjadi 7,07 detik di jalur B.
Dengan lolosnya ketiga atlet putri ini, peluang Indonesia untuk kembali meraih medali di ajang bergengsi ini tetap terbuka lebar. Mereka dijadwalkan akan kembali bertanding dalam putaran final pada Minggu malam, sekitar pukul 23.00 WIB.
Sementara itu, harapan Indonesia di sektor putra juga masih menyala. Empat atlet putra, yaitu Veddriq Leonardo, Antasyafi Robby Al Hilmi, Raharjati Nursamsa, dan Aditya Tri Syahria, bersiap menjalani babak kualifikasi mereka.
Seri Madrid ini menjadi ajang pembuktian bagi tim nasional panjat tebing Indonesia. Pada World Climbing Series Wujiang 2026 sebelumnya, Indonesia hanya mampu membawa pulang satu medali, yang juga diraih oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi.
Pada seri sebelumnya di Wujiang, China, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan sembilan atlet nomor speed. Sembilan atlet tersebut terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri.
Namun, hasil yang diraih belum sepenuhnya sesuai harapan, terutama di sektor putra yang gagal menyumbangkan medali.
Terkait dengan performa tim putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi memang menjadi sorotan utama berkat konsistensinya. Ia telah beberapa kali menunjukkan kelasnya di kancah internasional.
Keberhasilan Desak Made, Rajiah Sallsabillah, dan Berthidgna Devi Surya Kusuma di Madrid ini tentu menjadi angin segar bagi dunia panjat tebing Indonesia. Mereka membuktikan bahwa atlet putri Indonesia memiliki kualitas yang mumpuni untuk bersaing di level tertinggi.
Babak kualifikasi ini tidak hanya menguji kecepatan, tetapi juga ketahanan mental para atlet. Jalur panjat tebing yang dirancang untuk nomor speed memang menuntut reaksi cepat dan teknik yang sempurna.
Setiap detik sangat berharga, dan kesalahan kecil bisa berakibat fatal pada hasil akhir. Ketiga atlet putri Indonesia ini berhasil melewati tekanan tersebut dengan baik.
Perjuangan mereka di Madrid 2026 ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda panjat tebing di Indonesia. Harapannya, prestasi ini dapat memicu semangat lebih banyak atlet untuk berlatih keras dan meraih mimpi yang sama.
Manajemen tim dan pelatih diharapkan dapat terus memberikan dukungan penuh, baik dari segi teknis maupun non-teknis, agar para atlet dapat tampil maksimal di babak final.
Final World Climbing Series Madrid 2026 ini diprediksi akan berlangsung sangat sengit. Persaingan antar atlet dipastikan akan semakin ketat, mengingat ini adalah puncak dari rangkaian seri.
Kesiapan fisik dan mental para atlet akan menjadi kunci utama dalam meraih podium. Dukungan dari publik, meskipun tidak hadir secara langsung, diharapkan dapat dirasakan oleh para atlet melalui doa dan semangat yang terkirim.
Mari kita doakan agar Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, dan Berthidgna Devi Surya Kusuma dapat memberikan penampilan terbaiknya dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Keberhasilan mereka di Madrid ini juga menjadi bukti nyata dari pembinaan atlet panjat tebing yang terus berjalan di Indonesia. Kolaborasi antara federasi, pelatih, dan atlet menjadi fondasi penting dalam meraih prestasi.
Penantian akan medali dari sektor putri di Madrid 2026 ini kini semakin besar. Kita berharap yang terbaik untuk perjuangan mereka malam ini.
Di sisi lain, para atlet putra yang masih akan bertanding juga diharapkan dapat memberikan kejutan. Semangat juang yang ditunjukkan oleh para atlet putri ini semoga menular kepada rekan-rekan putra mereka.
Dunia panjat tebing Indonesia sedang berada di jalur yang tepat untuk terus berkembang. Prestasi di Madrid 2026 ini akan menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan olahraga ini di tanah air.





