KabarDermayu.com – Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPST) Bantargebang di Jakarta hanya akan menerima sampah residu. Hal ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat, yang mendorong masyarakat untuk membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah.
Jumhur Hidayat mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah mempersiapkan peta jalan untuk menghentikan praktik open dumping di TPST Bantargebang. Salah satu upaya krusial yang digalakkan adalah gerakan pemilahan sampah dari rumah.
“Ini adalah langkah besar yang patut kita dukung bersama. Peradaban suatu bangsa tercermin dari cara kita memperlakukan sampah,” ujar Jumhur dalam keterangan persnya di Jakarta pada Minggu, 10 Mei 2026.
Menurutnya, berbagai fasilitas pemilahan sampah yang telah disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta harus dimanfaatkan secara konsisten. Tujuannya agar budaya memilah sampah benar-benar tertanam dan menjadi kebiasaan baru bagi seluruh masyarakat.
Jumhur meyakini bahwa Jakarta memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor gerakan pemilahan sampah bagi kota-kota lain di Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diharapkan untuk mewujudkan hal ini.
Baca juga: Veda Ega Tembus Lima Besar Klasemen Moto3 Prancis
Jakarta didorong untuk menjadi garda terdepan dalam mempopulerkan budaya pilah sampah di tingkat nasional. Gerakan ini akan dimulai dari lingkup rumah tangga, kemudian meluas ke kawasan perkantoran, hingga pusat-pusat komersial.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa ketika masyarakat mulai terbiasa memilah sampah dari sumbernya, sebagian besar masalah sampah dapat diselesaikan di tahap awal atau hulu.
“Dengan begitu, hanya sedikit sampah residu yang nantinya memerlukan penanganan lebih lanjut di fasilitas pengolahan akhir,” terang Dudi.
Ia menambahkan bahwa Kelurahan Rorotan dan beberapa wilayah lain di Jakarta telah mulai menerapkan sistem pemilahan sampah. Area-area ini akan dijadikan percontohan untuk direplikasi di berbagai kawasan lain di ibu kota.
“Gerakan ini tidak akan mencapai keberhasilan tanpa partisipasi aktif dari masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk segera membiasakan diri memilah sampah dari rumah. Tujuannya agar pemilahan sampah benar-benar menjadi budaya baru yang berkelanjutan bagi Jakarta,” tutup Dudi.





