KabarDermayu.com – Sebanyak 92,7 persen jemaah haji Indonesia telah berhasil tiba di Tanah Suci, Arab Saudi. Hal ini disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Moch Irfan Yusuf, menjelang penutupan penerbangan haji tahun 1447 H/2026 M yang dijadwalkan pada 21 Mei 2026.
Menteri Irfan Yusuf menegaskan bahwa seluruh aspek layanan bagi jemaah, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga bimbingan ibadah dan perlindungan, terus dipantau secara intensif. Ia memastikan bahwa semua layanan berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, 92,7 persen jemaah haji Indonesia sudah tiba di Arab Saudi. Kami terus memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar dan petugas hadir mendampingi jemaah di setiap titik layanan,” ujar Menhaj, seperti dilansir dari laman Kemenhaj pada Rabu, 20 Mei 2026.
Namun, terdapat 345 jemaah yang tahun ini tidak dapat diberangkatkan ke Tanah Suci. Keputusan ini diambil karena mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan saat berada di embarkasi.
Menhaj menekankan bahwa kondisi ini menjadi perhatian bersama agar kesiapan kesehatan jemaah dapat diprioritaskan sejak awal pada tahun-tahun mendatang. Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang dialami oleh jemaah dan keluarga mereka.
“Tahun ini ada 345 jemaah yang gagal berangkat karena tidak istithaah saat di embarkasi. Kami tentu memahami ini bukan kondisi yang mudah bagi jemaah dan keluarga. Karena itu, kami mohon untuk tahun depan seluruh calon jemaah lebih memprioritaskan istithaah, terutama kesiapan kesehatan, sejak jauh hari sebelum keberangkatan,” jelas Menhaj.
Baca juga: Profil Timnas Argentina 2026: Messi & Lautaro Martinez di Piala Dunia
Prinsip istithaah, lanjutnya, merupakan elemen krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah berupaya memastikan setiap jemaah yang berangkat benar-benar dalam kondisi siap secara fisik, mental, dan kesehatan. Tujuannya adalah agar mereka dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan lancar.
Pemerintah tidak ingin jemaah memaksakan diri dalam kondisi yang berisiko, mengingat haji adalah ibadah yang memerlukan kekuatan fisik. Oleh karena itu, istithaah harus menjadi perhatian utama, tidak hanya menjelang keberangkatan, tetapi sejak masa persiapan awal.
Menteri Irfan Yusuf juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh petugas haji Indonesia. Mereka telah bekerja tanpa kenal lelah melayani jemaah sejak fase keberangkatan hingga kedatangan di Arab Saudi.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang telah bekerja siang dan malam mendampingi jemaah. Tugas ini tidak ringan, tetapi setiap ikhtiar petugas adalah bagian dari pelayanan negara kepada tamu-tamu Allah,” ungkap Menhaj.
Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M, terutama menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar, jemaah diberikan kesehatan, petugas diberi kekuatan, dan seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung aman, tertib, serta penuh keberkahan,” harapnya.
Penerbangan haji tahun 2026 ini memiliki jadwal yang telah ditetapkan oleh Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi, GACA. Fase kedatangan jemaah berlangsung mulai 18 April hingga 21 Mei 2026. Sementara itu, penerbangan kepulangan jemaah akan dimulai pada 30 Mei dan berakhir pada 30 Juni 2026.
Jemaah haji Indonesia gelombang pertama kali tiba di Madinah, disusul kedatangan di Jeddah mulai awal Mei. Puncak ritual ibadah haji sendiri diperkirakan akan berlangsung antara 25 hingga 30 Mei 2026.
GACA membagi operasional penerbangan haji ke dalam dua fase utama. Fase Kedatangan dimulai pada 18 April hingga 21 Mei 2026, yang bertepatan dengan 1 Dzul-Qi’dah hingga 4 Dzul-Hijjah 1447 H. Sedangkan Fase Keberangkatan atau kepulangan jemaah dijadwalkan mulai 30 Mei hingga 30 Juni 2026, atau dari 13 Dzul-Hijjah hingga 15 Muharram 1448 H.
Penerbangan menuju Madinah menjadi yang pertama dibuka, dimulai sejak 18 April. Sementara itu, penerbangan menuju Jeddah baru dibuka pada 4 Mei 2026.
Maskapai Saudia Airlines, sebagai maskapai nasional Arab Saudi, memegang peranan penting dalam operasi ini. Maskapai ini mengerahkan lebih dari 150 pesawat untuk melayani sekitar 1,2 juta jemaah dari lebih dari 100 destinasi global.
Selain Saudia Airlines, terdapat maskapai utama lainnya yang turut melayani penerbangan haji, yaitu Flynas, Flyadeal, dan Mukhtara Air. Beberapa maskapai internasional juga terlibat, termasuk Pakistan International Airlines (Pakistan), Garuda Indonesia, Akasa Air, KLM, dan Air Peace.





