Borneo FC 79 Poin, Gagal Juara: Bojan Hodak Akui Tim Bagus Tapi Kurang Beruntung

oleh -5 Dilihat
Borneo FC 79 Poin, Gagal Juara: Bojan Hodak Akui Tim Bagus Tapi Kurang Beruntung

KabarDermayu.com – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyoroti persaingan ketat Liga Indonesia musim ini yang dinilainya lebih sengit dibandingkan musim-musim sebelumnya. Ia secara khusus mengomentari Borneo FC yang gagal meraih gelar juara meski telah mengumpulkan 79 poin.

Menurut Hodak, Borneo FC adalah tim yang bagus namun kurang beruntung di musim ini. Ia berpendapat bahwa kegagalan mereka bukan disebabkan oleh kualitas permainan, melainkan murni karena faktor keberuntungan.

“Mereka tidak punya keberuntungan. Mereka punya tim yang bagus tapi tidak memiliki keberuntungan,” ujar Bojan Hodak saat dimintai komentarnya mengenai pesaing terdekatnya tersebut.

Kualitas Liga Meroket, Standar Poin Makin Gila

Pelatih asal Kroasia ini menjelaskan bahwa regulasi baru dan peningkatan kualitas pemain di setiap klub membuat kompetisi berjalan sangat ketat. Kehadiran pemain asing berkualitas dan meratanya talenta lokal memaksa setiap tim untuk tampil maksimal di setiap pertandingan.

“Musim ini lebih sulit karena setiap tim mempunyai tujuh pemain asing di lapangan. Dan setiap tim kini memiliki setidaknya lima pemain lokal yang bagus. Tentu saja ini membuat lebih sulit dan kualitas dari liganya berkembang jika dibandingkan musim-musim sebelumnya,” jelasnya.

Baca juga: Pecco Bagnaia Tak Bereskan Tangan, Ducati Ketar-ketir MotoGP Catalunya

Hodak bahkan memberikan gambaran ekstrem mengenai meroketnya standar kompetisi. Menurutnya, torehan poin yang musim lalu sudah cukup untuk membawa tim bertarung di papan atas, kini tidak lagi menjamin.

“Musim lalu, jika kami mendapatkan poin yang sama dengan musim lalu, kami mungkin hanya berada di peringkat 4-5 musim ini. Kalian bisa lihat tiga tim teratas sangat siap jika dibandingkan tim yang lain,” tambahnya.

Ia merasa torehan 79 poin yang dikumpulkan Borneo FC seharusnya sudah cukup untuk menjadi juara di musim-musim sebelumnya. Namun, persaingan yang terlalu ketat mengubah segalanya.

“Pada akhirnya, ini lebih sulit dari musim yang sebelumnya dan saya rasa ini cukup aneh ketika ada tim yang mendapatkan 79 poin (Borneo FC) tetapi tidak bisa menjadi juara.”

Saat ditanya apakah ia memantau laga pamungkas Borneo FC melawan Malut United, Hodak mengaku tidak terlalu memedulikannya karena sudah bisa memprediksi hasilnya.

“Kami tidak mengikutinya, tapi kami sudah menduga Malut kalah karena tanpa sepuluh pemain andalannya,” cetusnya singkat.

Agenda Padat Menanti Sebelum ‘Amanat’ Libur Panjang

Meskipun sebelumnya sempat mengeluhkan rasa lelah dan ingin segera berlibur, Bojan Hodak belum bisa langsung bersantai. Sederet agenda krusial dan seremonial juara sudah menantinya dalam beberapa hari ke depan, termasuk pertemuan strategis dengan manajemen klub.

“Berikutnya, kami akan melakukan perayaan besok pagi, lalu saya melakukan meeting bersama Pak Glenn dan Stanley sore harinya,” ungkap Hodak membeberkan jadwalnya. Pertemuan dengan jajaran manajemen tersebut disinyalir kuat akan membahas evaluasi skuad serta rencana proyeksi tim untuk musim depan.

Selesai urusan formal dengan manajemen, Hodak dan seluruh tim juga dijadwalkan untuk memenuhi undangan dari petinggi Maung Bandung serta melakukan syukuran internal.

“Lalu lusa berada di rumah Haji Umuh pada pagi harinya dan makan malam bersama tim malam harinya. Lalu setelah itu berlibur, cuti,” pungkasnya menutup wawancara.

Reporter: Surya Aditiya