China Raih Gelar Piala Thomas ke-12 Usai Kalahkan Prancis

oleh -4 Dilihat
China Raih Gelar Piala Thomas ke-12 Usai Kalahkan Prancis

KabarDermayu.com – Tim bulu tangkis putra China berhasil meraih gelar juara Piala Thomas 2026. Kemenangan ini sekaligus menjadi gelar ke-12 bagi Negeri Tirai Bambu dalam sejarah turnamen beregu putra paling prestisius tersebut.

China memastikan gelar juara setelah menaklukkan Prancis dengan skor akhir 3-1 dalam partai final yang berlangsung sengit di Forum Horsens. Pertandingan final ini digelar pada Senin dini hari WIB, 4 Mei 2026.

Gelar Piala Thomas ini menegaskan dominasi China di nomor beregu putra dunia. Namun, perjalanan mereka menuju podium juara tidaklah mudah. Prancis, yang tidak banyak diunggulkan, justru mampu memberikan perlawanan ketat sejak awal pertandingan.

Partai pembuka mempertemukan tunggal putra andalan China, Shi Yu Qi, melawan Christo Popov dari Prancis. Laga ini berlangsung hingga tiga gim sebelum akhirnya Shi Yu Qi berhasil mengamankan kemenangan pertama untuk China. Skor akhir pertandingan tersebut adalah 21-16, 16-21, 21-17.

Pada gim pertama, Shi Yu Qi menunjukkan permainan yang solid dengan kontrol yang baik dan serangan yang efektif. Namun, Popov, yang merupakan pemain kidal, bangkit di gim kedua. Ia menampilkan permainan agresif di depan net dan berhasil memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Pengalaman dan ketenangan Shi Yu Qi terbukti menjadi faktor penentu di momen-momen krusial gim ketiga. Ia mampu meredam tekanan dan mengamankan kemenangan penting bagi timnya.

Namun, keunggulan China tidak bertahan lama. Prancis berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 berkat penampilan gemilang Alex Lanier. Lanier secara mengejutkan berhasil mengalahkan Li Shi Feng dari China dalam dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-10.

Kemenangan Lanier ini memberikan suntikan moral bagi tim Prancis dan membuka harapan mereka untuk bisa menciptakan sejarah di turnamen ini. Pertandingan berlangsung cukup tegang, menunjukkan kualitas yang dimiliki oleh kedua tim.

Momentum Prancis sayangnya tidak mampu dipertahankan lebih lanjut. Pada partai ketiga, Weng Hong Yang kembali membawa China unggul. Ia berhasil menaklukkan Toma Junior Popov dalam pertandingan yang sangat dramatis.

Baca juga: IHSG Menguat Awal Sesi, Berpeluang Naik Meski Terancam Koreksi di 7.150

Duel antara Weng Hong Yang dan Toma Junior Popov berlangsung selama 96 menit. Kedua pemain saling kejar poin hingga akhir gim penentuan. Akhirnya, Weng Hong Yang memenangkan pertandingan dengan skor 22-20, 20-22, 21-19.

Pertandingan ini menjadi salah satu yang paling menegangkan dalam rangkaian final Piala Thomas 2026. Saat skor imbang di poin-poin akhir, Weng Hong Yang menunjukkan mental juara yang kuat untuk meredam tekanan dan mengunci kemenangan di poin-poin kritis.

Kepastian gelar juara untuk China akhirnya ditentukan pada partai keempat, yaitu ganda putra kedua. Pasangan He Ji Ting/Ren Xiang Yu tampil sangat solid dan tak terbendung saat menghadapi ganda Prancis, Eloi Adam/Leo Rossi. Mereka berhasil memenangkan pertandingan dalam dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-16.

Kemenangan ini mengukuhkan skor akhir 3-1 untuk keunggulan China, sekaligus memastikan mereka meraih trofi Piala Thomas 2026.

Gelar juara Piala Thomas 2026 ini merupakan trofi ke-12 bagi China. Dengan raihan ini, China semakin mendekati rekor yang masih dipegang oleh Indonesia. Indonesia hingga saat ini masih menjadi negara dengan koleksi gelar Piala Thomas terbanyak, yaitu sebanyak 14 trofi.

Keberhasilan tim putra China meraih gelar ini juga menjadi penebusan setelah tim putri mereka gagal meraih gelar Piala Uber 2026. Sebelumnya, tim Uber China harus mengakui keunggulan Korea Selatan di partai final.

Sementara itu, Prancis yang harus puas menjadi runner-up, menampilkan performa yang patut diapresiasi sepanjang turnamen. Mereka menunjukkan konsistensi yang luar biasa sejak fase grup hingga mencapai partai final.

Perjalanan Prancis di Piala Thomas 2026 ini juga ditandai dengan keberhasilan menyingkirkan beberapa tim unggulan, termasuk Indonesia. Kebangkitan sektor tunggal putra Prancis menjadi sinyal penting bahwa peta kekuatan bulu tangkis dunia mulai mengalami pergeseran.