Danantara Ungkap Dugaan Rekayasa Keuangan Pos Indonesia Pasca Dirut Resign

oleh -7 Dilihat
Danantara Ungkap Dugaan Rekayasa Keuangan Pos Indonesia Pasca Dirut Resign

KabarDermayu.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara merilis temuan mengejutkan terkait berbagai permasalahan keuangan, tata kelola, hingga dugaan rekayasa keuangan yang telah menumpuk selama bertahun-tahun di PT Pos Indonesia.

Pengungkapan ini disampaikan menyusul pengunduran diri Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph. Managing Director Stakeholders Management & Communications BPI Danantara, Rohan Hafas, menyatakan bahwa temuan tersebut merupakan hasil dari proses uji tuntas dan evaluasi menyeluruh yang telah dilakukan.

Rohan menegaskan bahwa Danantara akan terus menindaklanjuti indikasi penyimpangan keuangan tersebut melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia menambahkan bahwa PT Pos Indonesia sedang dalam proses pembenahan menyeluruh.

“Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, kami menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun,” ujar Rohan dalam keterangan resminya pada Jumat, 3 Juli 2026.

Ia juga membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan. Rohan memastikan komitmen Danantara untuk melakukan pembenahan secara bertahap dan tidak akan memberikan ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan.

“Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum. Prioritas kami adalah memastikan PT Pos Indonesia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Daud Joseph mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia pada Kamis, 2 Juli 2026, dengan alasan pribadi yang tidak dirinci lebih lanjut. Surat pengunduran diri Daud telah diterima oleh Danantara pada Senin, 29 Juni 2026.

Perlu diketahui, Daud Joseph sebelumnya ditugaskan untuk melakukan reformasi terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, dan organisasi perusahaan. Namun, menurut penuturan Rohan, Daud merasa bahwa perusahaan membutuhkan figur pemimpin yang lebih cocok untuk memimpin agenda transformasi berikutnya.

“Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia memerlukan revamp yang menyeluruh dan fundamental,” jelas Rohan.