Kader Demokrat: Rakyat Kenali Kita dari Manfaat, Bukan Jabatan

oleh -2 Dilihat
Kader Demokrat: Rakyat Kenali Kita dari Manfaat, Bukan Jabatan

KabarDermayu.com – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan instruksi tegas kepada seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat di DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Indonesia. Ia menekankan pentingnya memperjuangkan aspirasi rakyat melalui kerja nyata di daerah masing-masing.

Instruksi ini disampaikan AHY saat membuka Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Gelombang Pertama bagi Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD se-Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan di Museum & Galeri SBY-Ani, Pacitan, Jawa Timur, pada Kamis malam, 2 Juli 2026.

Dalam arahannya, AHY mengingatkan bahwa citra Partai Demokrat di mata rakyat tidak ditentukan oleh jabatan yang disandang para kadernya. Sebaliknya, rakyat akan mengenal partai ini dari manfaat nyata yang mampu dihadirkan oleh para wakilnya di tengah masyarakat.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader Demokrat yang setiap hari hadir di tengah masyarakat. Rakyat tidak mengenal kita dari jabatan yang kita sandang. Rakyat akan mengenal kita dari manfaat yang kita hadirkan,” tegas AHY, dikutip pada Jumat, 3 Juli 2026.

Ia menambahkan bahwa apa yang dikerjakan oleh para kader di daerah adalah cerminan Partai Demokrat di mata publik. Oleh karena itu, kerja-kerja nyata menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan rakyat.

AHY memaparkan tiga agenda besar yang harus menjadi panduan bagi seluruh peserta Bimteknas. Agenda pertama adalah upaya berkelanjutan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Menurutnya, pembangunan nasional harus memberikan dampak positif yang lebih luas kepada masyarakat.

Hal ini mencakup penciptaan lapangan kerja yang memadai, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembangunan infrastruktur yang merata, peningkatan kualitas pendidikan, serta perbaikan layanan kesehatan dan pelayanan publik secara keseluruhan.

Oleh karena itu, AHY mengajak seluruh anggota DPRD dari Partai Demokrat untuk secara aktif memperjuangkan kebijakan-kebijakan daerah yang dapat membuka peluang kerja baru. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memberikan harapan yang lebih baik bagi generasi muda.

AHY menegaskan bahwa kehadiran Partai Demokrat tidak boleh hanya terasa saat momen kampanye atau menjelang pemilihan umum. Partai ini harus hadir setiap saat, terutama ketika rakyat membutuhkan bantuan dan dukungan.

“Sebagai anggota DPRD, saudara-saudara memegang amanah yang sangat penting. Gunakan fungsi legislasi untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan fungsi penganggaran agar setiap rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Selain itu, fungsi pengawasan harus dijalankan secara efektif untuk memastikan pemerintahan berjalan secara bersih, akuntabel, dan efisien.

AHY menekankan bahwa politik sejatinya adalah jalan pengabdian, bukan semata-mata tentang perebutan kekuasaan. Partai Demokrat harus dikenal sebagai partai yang bekerja berdasarkan bukti nyata, mampu menghadirkan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat, dan memberikan kontribusi positif.

“Partai Demokrat akan selalu mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat, sekaligus menyampaikan kritik yang objektif, konstruktif, dan bertanggung jawab apabila diperlukan. Itulah politik yang dewasa,” jelasnya.

Selanjutnya, agenda kedua yang ditekankan AHY adalah pentingnya memperkuat konsolidasi internal partai. Semangat Trust and Togetherness atau Kepercayaan dan Kebersamaan harus diinternalisasi oleh seluruh kader.

Ia mengajak seluruh anggota partai untuk menjaga soliditas organisasi, menghargai setiap perbedaan pendapat, serta membangun komunikasi publik yang santun, rasional, dan penuh empati. Hal ini penting untuk menciptakan citra partai yang harmonis dan profesional.

Agenda ketiga adalah menjadikan momentum peringatan 25 tahun Partai Demokrat sebagai sarana untuk memperbarui komitmen perjuangan. AHY berpandangan bahwa masa depan partai ini sangat bergantung pada kerja keras dan pengabdian yang dilakukan saat ini, bukan semata-mata mengandalkan capaian di masa lalu.

Menutup arahannya, AHY kembali mengajak seluruh kader untuk terus bekerja keras, menjaga persatuan, dan senantiasa berpihak kepada rakyat. Ia menekankan bahwa kemenangan terbesar bagi Partai Demokrat bukanlah sekadar memenangkan pemilihan umum atau menambah jumlah kursi di parlemen.

Kemenangan sejati, menurut AHY, adalah ketika masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari kehadiran dan kontribusi para kader Demokrat dalam kehidupan mereka. “Ketika rakyat berkata, saat kami membutuhkan Demokrat hadir. Saat kami menghadapi kesulitan Demokrat bekerja. Saat kami membutuhkan harapan Demokrat tidak meninggalkan kami. Itulah kemenangan yang sesungguhnya,” pungkasnya.