Dedi Mulyadi Usulkan Penempatan Polisi Bersenjata di Lokasi Rawan Begal Bandung

oleh -7 Dilihat
Dedi Mulyadi Usulkan Penempatan Polisi Bersenjata di Lokasi Rawan Begal Bandung

KabarDermayu.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara tegas merespons keresahan masyarakat terkait meningkatnya angka kriminalitas jalanan dan aksi begal yang belakangan ini kerap terjadi di wilayah Bandung.

Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan tersebut, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa ia telah menjalin koordinasi intensif dengan Kapolda Jawa Barat. Langkah ini diambil guna memperketat sistem pengamanan di berbagai titik yang teridentifikasi sebagai zona rawan kejahatan.

Menurut Dedi, kondisi keamanan di kawasan Bandung Raya memerlukan tindakan yang cepat, tepat, dan taktis. Hal ini menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang tanpa dihantui rasa takut saat berada di jalanan.

Dalam keterangannya pada Selasa, 21 Juli 2026, Dedi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyuarakan keprihatinan atas maraknya tindak kriminalitas. Ia menekankan bahwa suara publik menjadi pendorong bagi pemerintah untuk segera melakukan langkah nyata.

Salah satu strategi yang diusulkan oleh Dedi adalah penempatan personel kepolisian di lokasi-lokasi strategis yang dianggap rawan. Ia secara khusus mengusulkan agar aparat yang bertugas di titik-titik tersebut dilengkapi dengan senjata sebagai langkah pencegahan sekaligus upaya untuk memberikan rasa aman yang lebih kuat bagi masyarakat.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat, menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata. Ini usulan saya. Dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat,” ungkap Dedi.

Meskipun mendorong penguatan peran aparat kepolisian, Dedi juga mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada penegak hukum. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah masing-masing.

Dedi mengajak warga untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) melalui patroli di tingkat RT dan RW. Fokus utama patroli ini diarahkan pada kawasan yang memiliki potensi tinggi terjadinya pembegalan, perampokan, maupun tindak kejahatan lainnya.

Ia menambahkan, “Untuk itu, mari kita bersama-sama untuk menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing. Patroli di setiap RT-nya, di setiap RW-nya, di seluruh sudut-sudut strategis di wilayah kota dan desa yang menjadi potensi terjadinya aksi kriminal, pembegalan, perampokan, dan berbagai aksi kriminal lainnya yang meresahkan warga.”

Selain menyoroti ancaman begal, Dedi juga memberikan perhatian khusus pada gangguan keamanan lainnya yang menurutnya semakin sering terjadi. Ia menyoroti fenomena geng motor dan tawuran yang melibatkan kalangan anak muda hingga orang dewasa.

Dedi menegaskan bahwa tindakan tegas diperlukan untuk menekan angka kriminalitas tersebut. Harapannya, dengan adanya kolaborasi antara aparat bersenjata di titik rawan dan kesigapan warga melalui patroli lingkungan, situasi keamanan di Jawa Barat, khususnya Bandung Raya, dapat segera kembali kondusif.