Desa Wisata Kemiren Astra: Menpar Widiyanti Dorong Budaya Osing

oleh -2 Dilihat
Desa Wisata Kemiren Astra: Menpar Widiyanti Dorong Budaya Osing

KabarDermayu.com – Sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mengembangkan potensi lokal kini membuahkan hasil nyata di Desa Kemiren, Banyuwangi. Melalui inisiatif Desa Sejahtera Astra, desa yang kental dengan adat istiadat Suku Osing ini berhasil bertransformasi menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang diakui hingga ke kancah internasional.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, memberikan apresiasi tinggi terhadap pendampingan yang dilakukan Astra di Desa Kemiren. Dalam kunjungannya pada Sabtu (25/7/2026), Widiyanti menekankan bahwa pelestarian budaya lokal tidak boleh tergerus oleh modernisasi, justru harus menjadi fondasi utama dalam membangun ekonomi kreatif masyarakat desa.

Widiyanti yang hadir didampingi oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas serta jajaran terkait dari Kementerian Pariwisata dan Astra, melihat langsung bagaimana masyarakat Kemiren mengintegrasikan tradisi ke dalam aktivitas ekonomi. Rombongan disuguhi kekayaan budaya seperti kesenian Gejog Lesung, proses tradisional menyangrai Kopi Osing, hingga kerajinan tangan khas daerah.

Dalam keterangannya pada Rabu (29/7/2026), Menpar Widiyanti menyatakan bahwa dukungan Astra merupakan langkah krusial dalam menciptakan pariwisata yang berkualitas. “Dukungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pengembangan destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis budaya,” ungkapnya.

Untuk mendukung keberlanjutan tersebut, Astra menyerahkan sejumlah bantuan sarana prasarana, meliputi 20 unit komposter untuk manajemen lingkungan, 50 paket perlengkapan homestay, serta pembangunan amfiteater sebagai wadah pertunjukan seni budaya. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Kemiren sebagai destinasi wisata unggulan.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menyatakan bahwa kunjungan Menpar merupakan bentuk apresiasi terhadap konsistensi warga Kemiren. “Kunjungan ini menjadi apresiasi terhadap semangat masyarakat yang terus menjaga budaya Osing sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan Desa Wisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Boy.

Desa Kemiren memang dikenal sebagai benteng terakhir tradisi Suku Osing yang masih sangat terjaga. Beberapa ritual sakral seperti Barong Ider Bumi dan Tumpeng Sewu terus dilestarikan oleh warga setempat. Selain itu, arsitektur rumah tradisional dan kuliner khas daerah menjadi magnet kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Transformasi Ekonomi Berbasis Komunitas

Sejak tahun 2024, Astra melalui program Desa Sejahtera Astra telah melakukan pendampingan komprehensif di Kemiren yang mencakup empat pilar utama:

  • Kesehatan melalui penguatan posyandu.
  • Pendidikan melalui dukungan bagi PAUD.
  • Lingkungan melalui pengelolaan sampah dan biogas.
  • Kewirausahaan melalui pemberdayaan UMKM dan Pokdarwis.

Dampak ekonomi dari program ini cukup signifikan. Saat ini, sebanyak 300 warga telah terlibat aktif, dengan 50 homestay yang menyediakan 92 kamar siap huni. Sebanyak 40 pelaku usaha lokal kini telah mampu mengemas produk kuliner, kopi, dan kerajinan tangan mereka untuk pasar wisata.

Data menunjukkan bahwa pendapatan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) meningkat hingga 33 persen sejak pendampingan dilakukan. Keberhasilan ini juga tercermin dari deretan penghargaan yang diraih desa tersebut sejak 2019, termasuk Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), hingga pengakuan internasional sebagai The Best Tourism Village Upgrade Program 2025.

“Pelestarian budaya bukan sekadar upaya menjaga masa lalu, melainkan strategi untuk membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi generasi mendatang di tingkat desa,” tutup keterangan resmi terkait perkembangan Desa Sejahtera Astra Kemiren.