Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Ada yang Aneh?

oleh -9 Dilihat
Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Ada yang Aneh?

KabarDermayu.com – Final Liga Champions 2025/2026 antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu malam, 30 Mei 2026, diwarnai sejumlah keputusan kontroversial yang memicu perdebatan sengit.

Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan PSG melalui adu penalti ini menyisakan catatan kelam terkait kepemimpinan wasit Daniel Siebert. Beberapa momen krusial dinilai janggal dan memicu reaksi keras dari kedua tim.

Kontroversi pertama terjadi di area pertahanan Arsenal. Saat PSG melancarkan serangan, pemain Arsenal Bukayo Saka berusaha menghalau bola keluar kotak penalti. Namun, sapuannya tidak sempurna dan bola terlihat menyentuh tangannya.

Para pemain PSG sontak memprotes dan meminta hadiah penalti. Wasit Siebert, asal Jerman, memilih untuk mengabaikan klaim tersebut dan melanjutkan permainan. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan, terutama karena banyak yang menilai insiden tersebut layak ditinjau ulang oleh VAR.

Siebert tampaknya berpendapat bahwa bola lebih dulu mengenai bagian tubuh lain sebelum menyentuh tangan Saka, sehingga tidak memenuhi unsur pelanggaran handball yang dapat dihukum penalti.

Momen kontroversial berikutnya melibatkan bek Arsenal, Cristhian Mosquera, dan winger PSG, Khvicha Kvaratskhelia. Duel keduanya berujung pada hadiah penalti untuk PSG, yang kemudian berhasil dikonversi menjadi gol oleh Ousmane Dembele.

Perdebatan tidak hanya seputar layak atau tidaknya penalti diberikan, tetapi juga mengenai keputusan wasit yang tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Mosquera. Pemain asal Spanyol itu sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning di babak kedua.

Ketiadaan kartu kuning kedua membuat Arsenal terhindar dari bermain dengan sepuluh pemain. Namun, hal ini justru memunculkan keraguan besar mengenai konsistensi wasit dalam memimpin pertandingan.

Ketegangan memuncak menjelang akhir babak pertama perpanjangan waktu. Noni Madueke dari Arsenal melakukan penetrasi ke kotak penalti PSG dan terlibat duel fisik dengan Nuno Mendes.

Madueke terjatuh dan gagal melanjutkan serangannya. Pemain Arsenal menuntut penalti, dan bangku cadangan mereka menunjukkan reaksi keras terhadap keputusan wasit.

Namun, Daniel Siebert kembali tidak mengindahkan. Ia menilai kontak fisik yang terjadi masih dalam batas wajar dan bukan merupakan sebuah pelanggaran.

Keputusan ini semakin menambah frustrasi kubu Arsenal. Gelandang Declan Rice dan manajer Mikel Arteta yang melancarkan protes keras justru dihadiahi kartu kuning oleh wasit.

Baca juga: Aldila Sutjiadi Finalis WTA 250 Rabat 2023 Bersama Vera Zvonareva

Ketiga insiden tersebut menjadi topik perdebatan hangat pasca pertandingan. Di tengah euforia PSG merengkuh gelar Liga Champions, kontroversi kepemimpinan wasit menjadi salah satu sorotan utama bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.