KabarDermayu.com – Suasana khidmat menyelimuti Masjidil Haram saat para jemaah haji melaksanakan Tawaf Wada atau Tawaf Perpisahan. Momen ini menjadi penutup perjalanan spiritual mereka setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
Para jemaah memenuhi Masjidil Haram sejak Sabtu dini hari hingga larut malam. Mereka memanfaatkan sisa waktu di Makkah untuk melakukan tawaf mengelilingi Kabah. Selain itu, zikir, doa, dan lantunan ayat suci Alquran juga tak henti terdengar.
Pemandangan ini menggambarkan kekhusyukan yang mendalam. Hati dan suara para jemaah bersatu, meskipun mereka datang dari berbagai bangsa dan latar belakang bahasa.
Baca juga: PSG Luis Enrique: Dari Ego Menjadi Penguasa Eropa Kontemporer
Pihak berwenang terkait telah menyiapkan sistem operasional terpadu. Sistem ini mencakup pengaturan pergerakan massa, pengelolaan jalur masuk dan keluar, serta penyediaan layanan bimbingan dan kesehatan.
Upaya ini bertujuan agar jemaah dapat melaksanakan Tawaf Wada dengan mudah dan nyaman. Hal ini juga menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan di tahap akhir ibadah haji.
Di koridor dan pelataran Masjidil Haram, terlihat berbagai momen haru. Para jemaah mengangkat tangan untuk berdoa dan memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
Banyak pula yang mengabadikan momen terakhir mereka di dekat Kabah. Kenangan indah dari perjalanan spiritual yang istimewa ini akan mereka bawa kembali ke negara masing-masing.
Suasana di Masjidil Haram mencerminkan kesiapan operasional penyelenggaraan haji. Layanan terpadu ini memastikan jutaan jemaah dapat beribadah dengan aman, lancar, dan penuh ketenangan.
Hal ini juga menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam melayani para tamu Allah. Perhatian berkelanjutan terhadap Dua Masjid Suci dan para pengunjungnya menjadi prioritas utama.





