Penghuni Kos Kemayoran Meninggal Bukan Murni Akibat Kebakaran, Polisi Selidiki Kemungkinan Ada Pihak Lain

oleh -2 Dilihat
Penghuni Kos Kemayoran Meninggal Bukan Murni Akibat Kebakaran, Polisi Selidiki Kemungkinan Ada Pihak Lain

KabarDermayu.com – Kasus kebakaran yang merenggut nyawa seorang penghuni indekos di Kemayoran, Jakarta Pusat, kini menemui babak baru yang penuh misteri.

Korban, yang diidentifikasi sebagai Muammar (27), ditemukan tewas di lokasi kejadian. Namun, beredar luas di media sosial dugaan bahwa kematiannya tidak murni disebabkan oleh kobaran api.

Sebuah unggahan viral di media sosial memicu spekulasi tentang adanya pihak lain yang terlibat dalam kematian Muammar. Unggahan tersebut bahkan menyertakan rekaman CCTV yang menunjukkan seorang perempuan berlari dari lokasi sesaat sebelum api membesar.

Lebih lanjut, narasi yang beredar menyebutkan bahwa barang-barang pribadi korban, seperti ponsel, dompet, dan jam tangan, dilaporkan hilang dan tidak ditemukan di tempat kejadian perkara.

Menanggapi isu yang berkembang pesat ini, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan secara intensif.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Pusat, Inspektur Polisi Satu Erlyn Sumantri, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menggelar perkara dalam waktu dekat. Gelar perkara ini bertujuan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya yang akan diambil.

“Masih proses lidik, dalam waktu dekat akan gelar perkara,” ujar Erlyn kepada awak media pada hari Kamis, 16 Juli 2026.

Erlyn menambahkan bahwa hasil pemeriksaan dari laboratorium forensik sudah diterima oleh penyidik. Saat ini, hasil tersebut tengah dipelajari secara mendalam sebagai bagian krusial dalam pengungkapan penyebab pasti kematian korban.

Selain itu, penyidik juga berencana untuk meminta keterangan dari sejumlah ahli. Langkah ini diambil guna melengkapi alat bukti yang ada dan membuat perkara ini menjadi lebih terang benderang.

“Rencana tindak lanjut, penyidik akan mengirimkan surat penunjukan saksi ahli forensik dari RSCM untuk dimintai keterangan terkait hasil dari autopsi korban, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap ahli pidana, melaksanakan gelar perkara untuk menetapkan tersangka,” jelas Erlyn.

Peristiwa kebakaran yang menjadi sorotan ini terjadi pada hari Selasa, 14 April 2026. Kebakaran melanda sebuah rumah indekos yang terdiri dari empat lantai, berlokasi di Jalan Sumur Batu Raya, Gang Buntu, RT 04 RW 92, Kelurahan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Muammar ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi yang terletak di lantai empat bangunan tersebut. Lokasi ini diduga kuat menjadi titik awal munculnya api.

Menurut kesaksian beberapa penghuni, sebelum api membesar dengan dahsyat, sempat terdengar suara ledakan yang berasal dari lantai empat. Tak lama berselang, asap tebal mulai memenuhi seluruh bangunan.

Seorang penghuni sempat mencoba memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena api dengan sangat cepat membesar dan sulit dikendalikan.

“Awalnya terdengar seperti ada ledakan, pas dicek sudah banyak asap. Sudah coba dipadamkan tapi api makin besar,” ungkap Kepala Seksi Operasi Damkar Jakarta Pusat, Triyanto.

Mengetahui situasi yang semakin membahayakan, petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan. Sebanyak tujuh unit mobil pemadam beserta 36 personel dikerahkan untuk memadamkan api.

Sayangnya, korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api. Ia akhirnya ditemukan meninggal dunia di kamar mandi lantai empat.