Harga Daging & Sayuran Naik Drastis: Pantau Kenaikan Harga Makanan

oleh -3 Dilihat
Harga Daging & Sayuran Naik Drastis: Pantau Kenaikan Harga Makanan

KabarDermayu.com – Kenaikan harga bahan pangan kembali menjadi sorotan, tidak hanya komoditas spesifik seperti daging sapi atau kopi, namun kini merata di hampir seluruh produk di supermarket Amerika Serikat (AS).

Menurut data terbaru dari U.S. Bureau of Labor Statistics, harga bahan makanan di AS mengalami kenaikan hampir 3 persen pada April 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini merupakan kenaikan tercepat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Kenaikan harga terjadi secara meluas, dengan lima dari enam kategori utama bahan makanan menunjukkan peningkatan. Hal ini mengindikasikan tekanan inflasi yang mulai menyebar ke hampir seluruh kebutuhan pangan rumah tangga.

Salah satu faktor utama di balik lonjakan harga pangan ini adalah peningkatan biaya energi global. Kenaikan harga energi secara langsung berdampak pada biaya produksi, distribusi, hingga penyimpanan bahan makanan yang ikut terkerek naik.

Ekonom senior strategi investasi di Edward Jones, James McCann, menyatakan bahwa rumah tangga Amerika terus merasakan dampak lonjakan biaya energi. Hal ini menambah tekanan inflasi yang sudah mereka hadapi sejak pandemi.

McCann menambahkan bahwa dengan kondisi Selat Hormuz yang masih praktis tertutup, risiko bahwa tekanan harga ini belum mencapai puncaknya semakin meningkat.

Laporan dari Food News Trade Team juga mengonfirmasi bahwa ketidakstabilan pasar energi global turut mendorong kenaikan biaya produksi dalam rantai pasok pangan. Pada April 2026, biaya energi tercatat naik 3,8 persen, menyumbang lebih dari 40 persen dari total kenaikan inflasi.

Hal ini sangat beralasan mengingat sektor pangan sangat bergantung pada energi. Bahan bakar digunakan dalam hampir seluruh proses, mulai dari pertanian, distribusi, hingga produk siap disajikan di rak supermarket.

Kenaikan harga paling signifikan dirasakan pada produk protein dan bahan makanan segar. Harga daging, unggas, ikan, dan telur naik 1,3 persen pada April. Khusus untuk daging sapi, kenaikannya mencapai 2,7 persen.

Baca juga: Trump Pindahkan 5.000 Tentara AS ke Polandia Setelah Mundur dari Jerman

Sementara itu, harga buah dan sayuran mengalami kenaikan 1,8 persen. Minuman nonalkohol juga meningkat 1,1 persen, dan produk susu naik 0,8 persen.

Karena produk-produk tersebut merupakan kebutuhan pokok rumah tangga, konsumen merasakan tekanan yang semakin besar dalam pengeluaran belanja mingguan mereka. Jika dilihat dalam setahun terakhir, harga buah dan sayuran mengalami kenaikan tertinggi, yaitu 6,1 persen.

Minuman nonalkohol juga meningkat 5,1 persen, sementara sereal dan produk roti naik 2,6 persen.

Harga daging, unggas, ikan, dan telur juga tercatat naik 1,5 persen dibandingkan tahun lalu. Satu-satunya produk yang bergerak berlawanan adalah produk susu, yang mengalami penurunan sebesar 0,6 persen.

Tidak hanya bahan makanan di supermarket, harga makanan di restoran juga terus mengalami peningkatan. Pada April 2026, harga makan di luar rumah meningkat 0,2 persen.

Kenaikan terbesar terjadi pada restoran cepat saji dan restoran fast-casual dibandingkan dengan restoran layanan penuh.

Dalam kurun waktu setahun terakhir, harga di restoran naik 3,6 persen, angka ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga bahan makanan di supermarket yang mencapai 2,9 persen.

Kenaikan harga di restoran dipicu oleh meningkatnya biaya tenaga kerja, sewa tempat, serta harga bahan baku makanan yang harus ditanggung oleh para pelaku usaha di sektor kuliner.