KabarDermayu.com – Persaingan sengit memperebutkan gelar juara I.League musim ini diprediksi akan berlangsung hingga pekan terakhir. Menghadapi kemungkinan tersebut, manajemen I.League telah menyiapkan langkah antisipasi dengan menyiapkan trofi juara di dua lokasi berbeda.
Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menyiagakan trofi di Bandung dan Samarinda. Keputusan ini diambil untuk menjunjung prinsip kesetaraan (equality) bagi kedua tim yang berpeluang besar meraih gelar.
Bandung merupakan markas dari Persib Bandung, sementara Samarinda adalah kandang bagi Borneo FC. Kedua tim ini saat ini memuncaki klasemen sementara dengan perolehan poin yang sama.
Baca juga: Iran Larang Pengiriman Senjata AS Melalui Selat Hormuz
“Di mana pialanya? Ya kita akan siap di dua tempat kalau sampai week 33 masih belum ketahuan,” ujar Asep Saputra saat ditemui di Kantor I.League, Jakarta, pada Rabu. Ia menekankan bahwa penyediaan trofi di dua kota ini merupakan bentuk komitmen I.League terhadap keadilan.
Hingga memasuki pekan ke-32, Persib Bandung dan Borneo FC sama-sama mengumpulkan 75 poin. Situasi ini membuat persaingan gelar juara semakin memanas dan berpotensi ditentukan di laga-laga pamungkas.
Jadwal pertandingan pada pekan ke-33 akan menjadi krusial. Persib Bandung dijadwalkan melakoni laga tandang melawan PSM Makassar. Sementara itu, Borneo FC akan menghadapi Persijap Jepara. Kedua pertandingan ini akan digelar pada Minggu (17/5) malam WIB.
Jika kedua tim berhasil meraih kemenangan di pekan ke-33, maka penentuan gelar juara akan bergeser ke pekan terakhir kompetisi. Pada pekan penentuan tersebut, Persib Bandung akan menjamu Persijap Jepara di kandangnya.
Di sisi lain, Borneo FC dijadwalkan akan menjamu Malut United. Pertandingan pekan terakhir ini rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu (23/5).
Persib Bandung memiliki keunggulan tersendiri dalam perburuan gelar juara. Tim berjuluk Maung Bandung ini unggul dalam catatan rekor pertemuan (head-to-head) melawan Borneo FC. Dengan demikian, apabila kedua tim mengakhiri musim dengan jumlah poin yang sama, Persib berhak untuk dinobatkan sebagai juara.
Asep Saputra menyambut baik persaingan ketat yang terjadi hingga akhir musim. Menurutnya, hal ini merupakan cerminan dari peningkatan kualitas sepak bola di Indonesia yang semakin kompetitif.
“Saya pikir inilah menariknya kompetisi musim ini di BRI Super League 2025/2026. Kompetitif sekali… betul-betul belum bisa kita prediksi,” pungkas Asep. Situasi ini mengingatkan pada drama perebutan gelar juara di musim 2018, ketika Persija Jakarta berhasil mengunci gelar hanya dengan selisih satu poin dari PSM Makassar.





